A. POTENSI GEOGRAFI UNTUK BAHAN BAKU INDUSTRI
Indonesia adalah sebuah negara yang ditakdirkan oleh ALLAH SWT memiliki keanekaragaman sumber daya alam. Sumber daya alam yang ada di bumi Indonesia ini menjadi modal besar dalam pembangunan masyarakat secara menyeluruh. Untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam tersebut, maka diperlukan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia Indonesi. Jika Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dapat ditingkatkan maka bukan tidak mungkin negara Indonesia akan menjadi Negara Maju.
Mengapa kualitas Sumber daya manusia perlu ditingkatkan, karena sumber daya alam yang ada membutuhkan penanganan dan pengolahan lebih lanjut sehingga bisa termanfaatkan secara maksimal. Pengelolaan sumber daya alam mulai dari bahan mentah kemudian menjadi barang setengah jadi atau menjadi barang jadi itulah yangdisebut dengan industri. Seluruh bahan baku dari industri pada dasarnya berasal dari alam.
A. 1. Pengertian Industri
Industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi / setengah jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. (Sumber : https://ppukab.bps.go.id/)
Industri jasa adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain, dimana bahan bakunya disediakan oleh pihak lain sedang pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapatkan imbalan sejumlah uang atau barang sebagai balas jasa, misalnya perusahaan penggilingan padi yang melakukan penggilingan padi dengan balas jasa tertentu.
Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut.
A.2. Jenis-Jenis Industri
jenis-jenis industri secara umum dibedakan menjadi sebagai berikut :
a. Industri berdasarkan tempat bahan baku ; industri dibedakan menjadi industri ekstraktif, industri generalisasi, dan industri fasilitatif
Contoh Industri ekstraktif (Sumber foto : https://www.google.com/imgres?imgurl=)
b. Industri berdasarkan besar kecilnya modal ; industri dibedakan menjadi industri padat modal, industri padat karya.
c. Industri berdasarkan SK Menteri perindustrian nomo 19/M/I/1986, industri dibedakan menjadi industri kimia dasar, industri mesin dan logam dasar, industri kecil, aneka industri.
d. Industri berdasarkan jumlah tenaga kerja ; industri dibedakan menjadi industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar
e. Industri berdasarkan pemilihan lokasi, industri dibedakan menjadi industri yang berorientasi pada pasar, indusrtri berorientasi tenaga kerja, industri berorientasi bahan baku.
f. Industri berdasarkan produktivitas bahan baku ; industri dibedakan menjadi industri primer, industri sekunder, industri tersier.
A. 3. Potensi Bahan Baku Industri
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, maka sudah seharusnya perkembangan industri di Indonesia akan semakin pesat. Berbagai sumber daya alam di Indonesia dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku industri yang selanjutnya diolah menjadi barang jadi yang siap dikonsumsi oleh masyarakat.
Berikut ini potensi geografi Indonesia untuk bahan baku Industri ;
- Hasil Pertanian ; berbagai hasil pertanian yang ada di wilayah Indonesia bisa dijadkan sebagai bahan baku industri. Sebutlah misalnya Padi sebagai hasil pertanian. Padi / beras bisa diolah lebih lanjut dengan menjadikan tepung beras atau berbagai penganan dari bahan beras. Salah satu tekhnologi terbaru dalam pengolahan hasil pertanian di bidang industri adalah agro industri, dimana agro industri ini merubah bentuk asli dari hasil pertanian menjadi barang berbeda bentuk, daya simpan lebih lama dan harga lebih tinggi. Contohnya pengolahan bawang menjadi bawang goreng, atau kentang menjadi tepung kentang.
- Hasil Perkebunan ; Morfologi dan jenis tanah di Indonesia sangat mendukung dalam bidang perkebunan. Lahan perkebunan di Indonesia ada yang dikelolah oleh pihak swasta atau masyarakat setempat. beberapa contoh hasil perkebunan yang bisa menjadi bahan mentah untuk industri adalah kepala sawit, kelapa, karet, kopi,tebu, teh, tembakau, dan lainnya.
- Hasil hutan ; Indonesia terdapat pada wilayah iklim tropis, dengan iklim tersebut maka Indonesia memiliki lahan hutan yang luas dan termasuk hutan hujan tropis dimana karakteristiknya adalah berbagai varietas tanaman yang bisa tumbuh. Hasil hutan yang menjadi bahan baku industri adalah berbagai jenis kayu, bambu, rotan dan getah, termasuk daun.
- Hasil Perikanan ; Ikan adalah sumber protein yang baik bagi manusia. Wilayah Indonesia adalah merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan sehingga menjadikan Indonesia potensial di bidang perikanan khususnya lagi pada perikanan laut. Selain perikanan laut, Indonesia juga mengembangkan perikanan darat atau perikanan budidaya. Hasil perikanan ini menjadi sumber bahan baku industri misalnya industri pengalengan daging ikan, atau pengolahan ikan sebagai bahan baku makanan ringan misalnya kerupuk, biskuit dan lainnya.
- Hasil Peternakan ; Indonesia juga memiliki padang rumput yang luas sehingga memungkinkan untuk mengembangkan kegiatan peternakan khususnya pada peternakan hewan besar misalnya ternak sapi, kuda, kerbau dan lainnya. Selain peternakan hewan besar, Indonesia juga mengembangkan kegiatan peternakan hewan kecil misalnya kambing, domba /biri-biri. dan juga peternakan hewan unggas misalnya burung, ayam dan lainnya. Hasil peternakan ini menjadi dasar dalam kegiatan industri pengolahan daging menjadi daging kaleng, baso, sosis,dendendan abon. selain itu, peternakan juga menjadi sumber bahan baku industri pengalengan susu, bahan olahan es krim, permen, keju dan karamel. Untuk ternah unggas, menjadi barang konsumsi langsung seperti telur asin, telur masak dan lainnya.
B. Potensi Geografi Untuk Energi Alternatif
Penggunaan energi dipermukaan bumi ini semakin meningkat seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan perkembangan tekhnologi. Selama ini kita hanya mengandalkan energi yang berasal dari fosil, padahal kita ketahui bersama bahwa energi yang bersumber dari fosil tersebut dalam pembentukannya membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan sampai ribuan tahun. Konsumsi akan energi di Indonesia termasuk dalam kategori tertinggi pemakaiannya. Jika konsumsi energi fosil menjadi tumpuan kita maka bukan tidak mungkin dimasa yang akan datang kita tidak bisa lagi mendapatkan energi tersebut. untuk itulah perlunya ada energi alternatif.
Sebagai negara yang memiliki banyak cadangan energi baru dan terbarukan maka sudah sepantasnya untuk mengembangkan dan mengupayakan agar potensi energi alternatif tersebut dapat dimaksimalkan. Ada enam energi baru dan terbarukan yang dimiliki oleh Indonesia yaitu ;
- Energi biomassa ; biomassa adalah jenis bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis dari tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian dan hutan, tinja, serta kotoran hewan. Biomassa ini dapat digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar). sumber energi biomassa ini mempunyai nilai plus yaitu dapat diperbaharui dan biaya relatif rendah. Biomassa juga dapat dimanfaatkan sebagai bio gas Gasifikasi biomassa, dengan mengubah bahan biomassa dari tinja atau kotoran hewan yang dikumpulkan dalam satu wadah lalu menjadi gas. Ada beberapa titik di Indonesia yang telah memanfaatkan biomassa ini menjadi sumber gas pada kegiatan rumah tangga. Tinggal menyambungkan melalui pipa / selang ke setiap kompor yang ada didalam rumah. Tentunya ini menjadi salah satu langkah maju untuk pengembangan biomassa
- Tenaga air ; Merupakan energi yang dihasilkan dari gerakan air. tenaga air disebut juga hydropower. Energi ini dapat dimanfaatkan dan diubah menjadi listrik dan pembangkit listrik Tenaga air tanpa meninggalkan emisi gas rumah kaca seperti yang dihasilkan oleh pembangkit listrik yang menggunakan energi fosil. Berbeda dengan sumber energi terbarukan lainnya air akan terus menghasilkan tenaga non-stop dan ketersediaannya terus dihasilkan oleh adanya siklus hidrologi. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dihasilkan dari energi potensial air yang diubah menjadi energi mekanik oleh turbin dan energi tersebut yang selanjutnya diubah untuk menjadi energi listrik oleh generator dengan memanfaatkan ketinggian dan kecepatan air.
- Panas bumi ; merupakan energi panas yang tersimpan di dalam perut bumi. Energi panas tersebut berasal dari aktivitas tektonik didalam perut bumi dan dari sinar matahari yang terserap oleh permukaan bumi. panas bumi pada saat ini digunakan sebagai pembangkit listrik.
- Tenaga angin ; tenaga angin menggunakan media baling-baling atau kincir yang disalurkan ke dalam turbin yang mengubahnya menjadi energi litsrik. Salah satu pembangkit listrik dari angin / bayu dikembangkan di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan.
- Tenaga matahari ; Matahari dan energi listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan. Matahari adalah salah satu benda langit yang ada di alam semesta dengan memancarkan sinarnya dengan jumlah besar dan terus berkelanjutan. Sinar matahari ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari keperluan rumah tangga seperti menjemur, sampai dengan pemanfaatan sebagai energi alternatif, yaitu sumber energi listrik. Sinar matahari tersebut dapat dikonversikan menjadi energi listrik dengan cara mengunakan panel surya (photovoltaic) yang biasa disebut dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan energi listrik bagi kehidupan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bekerja dengan menangkap sinar matahari, lapisan material pada panel surya akan menyerap foton. Hal ini akan membangkitkan atau meningkatkan elektron, menyebabkan diantaranya ‘melompat’ dari satu lapisan ke yang lainnya, lalu menghasilkan muatan listrik. PLTS tidak menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energinya, sehingga akan menjadi energi yang bersih dan ramah lingkungan. Pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan peralatan seperti panel surya, charge controller baterai, dan inverter.
- Eenergi gelombang laut ; Salah satu potensi laut dan samudra yang belum banyak diketahui masyarakat umum adalah potensi energi laut dan samudra untuk menghasilkan listrik. Negara yang melakukan penelitian dan pengembangan potensi energi samudra untuk menghasilkan listrik adalah Inggris, Prancis dan Jepang.Secara umum, potensi energi samudra yang dapat menghasilkan listrik dapat dibagi kedalam 3 jenis potensi energi yaitu energi pasang surut (tidal power), energi gelombang laut (wave energy) dan energi panas laut (ocean thermal energy). Energi pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya.Sedangkan energi panas laut memanfaatkan perbedaan temperatur air laut di permukaan dan di kedalaman. Meskipun pemanfaatan energi jenis ini di Indonesia masih memerlukan berbagai penelitian mendalam, tetapi secara sederhana dapat dilihat bahwa probabilitas menemukan dan memanfaatkan potensi energi gelombang laut dan energi panas laut lebih besar dari energi pasang surut.
Sumber Rujukan :
https://ppukab.bps.go.id/
https://coaction.id/air-sebagai-sumber-energi-terbarukan
https://www.uii.ac.id/potensi-energi-terbarukan-di-masa-kini-dan-masa-depan/
https://journal.unilak.ac.id
https://www.blogger.com/blog/post/edit











0 Komentar