Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Pengantar 




Indonesia adalah sebuah negara Kepulauan yang sangat tersohor sejak dulu. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, dengan garis pantai lebih dari 99.000 km, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke dua di dunia setelah Kanada. Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas, dimana 2/3 dari wilayah negara ini adalah laut. Sebagian besar wilayah Indonesia yang berupa laut, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi besar di bidang kelautan. 
Potensi kelautan ini, yang apabila dimanfatkan secara optimal dan berkelanjutan (sustainable), maka akan menjadi modal besar dan utama dalam pembangunan nasional dimasa yang akan datang. Inilah yang perlu menjadi perhatian besar bagi kita generasi penerus bangsa. 

Karena letak Indonesia yang merupakan wilayah Kepulauan dimana 2/3 wilayahnya adalah lautan, maka sejarah peradaban bangsa dari masa ke masa senantiasa bertalian dengan kelautan. Tidak salah jika Indonesia sering pula dikenal dengan negara maritim. Secara Geografis Indonesia terletak diantara dua samudera yakni Samudera Pasifik dan samudera Hindia.  

1. Pengertian Poros Maritim Dunia 

Mungkin kita masih mengingat ketika pada periode pertama Presiden Joko Widodo dan Yusuf Kalla mengadakan Pidato Kemenangan (Speech of Fictory) setelah dinyatakan menang dalam pemilihan Presiden & Wakil Presiden periode 2015/2019. Saat itu Jokowi JK memilih Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai tempat mengadakan speech of fictory tersebut, tepatnya diatas salah satu Kapal barang phinisi dengan nama lambung "Hati Buana Setia" di Selasa malam Tanggal 22 Juli 2014. 
Kapal Phinisi merupakan kapal kebanggan rakyat Indonesia. Sementara Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan rakyat yang telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. 


Ada satu kalimat yang diucapkan Jokowi saat itu, Jokowi mengimbau Indonesia dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, sekaligus menjadi lokus peradaban besar politik di masa depan. Tampaknya pesan inilah yang menjadi dasar pemilihan lokasi pidato kemenangan Jokowi di atas kapal phinisi—lambang tradisi panjang maritim Indonesia. 

Lalu, apa itu Poros maritim ?. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektivitas antarpulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut, serta fokus pada keamanan maritim. Jadi, jelaslah posisi penting laut bagi jalan pemerataan pembangunan wilayah. 

Posisi Indonesia yang terletak diantara dua benua dan dua samudera menjadikan wilayah Kepulauan ini sejak dahulu kala sebagai lokus alur lalu lintas laut yang menghubungkan benua timur dan barat. berdasarkan analisis pakar kelautan, bahwa 90% perdagangan global diangkut melalui jalur laut, dimana 40% diantaranya melewati perairan Indonesia. sungguh angka yang sangat fantastik. Jika hal ini terkelola dengan baik maka akan memberikan manfaat lebih bagi kemajuan peradaban bangsa Indonesia. disinilah poin penting Indonesa sebagai Poros Maritim Dunia. 

2. Strategi Dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Poros Maritim dunia menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia. 
Tidak bisa dipungkiri, bahwa sejarah panjang Kepulauan Indonesia ini dimulai dari munculnya Kerajaan kerajaan bahari Nusantara yang wilayah kekuasaannya bahkan sampai ke negara tetangga. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit adalah bukti historis betapa mengakarnya tradisi maritim di Kepulauan Indonesia. 
betapa tidak, dibawah kepemimpinan raden Wijaya, Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada Kerajaam Majapahit mencapai Puncak kejayaan maritim yang mampu menguasa dan mempersatukan nusantara, bahkan pengaruhnya tersebar sampai ke negara tetangga, meliputi Siam, Ayuthia, Lagor, Campa (Kamboja), Anam, India, Filipina dan Tiongkok. 


Kita tidak ingin kejayaan maritim masa lalu tersebut hanya menjadi cerita kepada anak cucu kedepan. Akan tetapi, menjadi kebanggaan kita di masa yang akan datang karena kita mampu untuk meneruskan kejayaan tersebut. 
Untuk mengembalikan kejayaan maritim itu, maka diperlukan upaya strategis yang saling bersinergi antara instansi yang ada. Tidak bisa masing-masing instansi atau lembaga berjalan sendiri-sendiri. Kuncinya adalah sinergitas. 
Dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Presiden Joko Widodo mencanangkan lima pilar utama, yaitu : 
  1. Pembangunan Kembali budaya maritim Indonesia
  2. Berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama
  3. Komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.
  4. Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan
  5. Membangun kekuatan pertahanan maritim
 Kelima pilar ini menjadi visi dan nawacita negara Indonesia sebagai poros maritim dunia, kemudian di ejawantahkan oleh Kementerian Kelautan dan perikanan dalam bentuk misi 3 pilar yakni : 
  • KEDAULATAN, Mandiri dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan dengan memperkuat kemampuan nasional untuk melakukan penegakan hukum di laut demi mewujudkan kedaulatan secara ekonomi, yang dilakukan melalui pengawasan pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) dan sistem perkarantinaan ikan, pengendalian mutu, keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.
  • KEBERLANJUTAN. Mengadopsi konsep blue economy dalam mengelola dan melindungi sumber daya kelautan dan perikanan secara bertanggung jawab dengan prinsip ramah lingkungan sebagai upaya peningkatan produktivitas, yang dilakukan melalui pengelolaan ruang laut; pengelolaan keanekaragaman hayati laut; keberlanjutan sumber daya dan usaha perikanan tangkap dan budidaya; dan penguatan daya saing produk hasil kelautan dan perikanan
  • KESEJAHTERAAN Mengelola sumber daya kelautan dan perikanan adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, yang dilakukan melalui pengembangan kapasitas SDM dan pemberdayaan masyarakat; dan pengembangan inovasi iptek kelautan dan perikanan.     
Dalam buku yang berjudul Facing Global Maritime Fulcrum, Between Threats and Opportunities ditulis oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia dijelaskan bahwa untuk mewujudkan visi maritim pemerintah, setidaknya ada 4 gagasan penting atau core ideas, yaitu : 
  1. Perlunya pembentukan Indonesia Maritime Information Center (IMIC)
  2. perlunya pembangunan sistem sensor dasar laut menggunakan teknologi coastal acoustic tomography (CAT) dengan konsep operasi seabed sonar atau sonar tanam. Hal ini penting karena beberapa perairan Indonesia sangat rawan terhadap perlintasan kapal selam asing
  3. Indonesia perlu membangun alur pelayaran tol laut (APTL). Tujuannya untuk meningkatkan maritime domain awarness (MDA) sehingga kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia bisa diawasi dengan baik. Apalagi, 40% kapalkapal perdagangan dunia yang nilainya mencapai USD150 triliun melintas di empat titik perairan Indonesia, seperti Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar
  4. memanfaatkan strategi Amerika Serikat dengan rebalancing strategy dan kebijakan China dengan jalur sutera
Pusat gravitasi Geoekonomi dan geopolitik dunia sedang bergeser dari Barat ke Asia Timur. Sekitar empat puluh persen perdagangan dunia ada di kawasan ini. Negara-negara Asia sedang bangkit.
Indonesia berada tepat ditengah-tengah proses perubahan strategis itu, baik secara geografis, geopolitik, maupun geoekonomi. Maka dari itu, tepatlah ketika Pemerintah mencanangkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. perkuat kelautan Indonesia. Bangun Tol Laut yang menghubungkan pulau pulau di Indonesia.  

3. Letak Astronomis Indonesia 
Letak astronimis adalah letak suatu tempat berdasarkan posisi letak lintang dan letak bujurnya. Secara astrnomis wilayah Indonesia berada pada 6 derajat LU - 11 derajat LS, dan 95 derajat BT - 141 derajat BT. 

Dampak dari letak astronimis tersebut menjadikan Indonesia berada di wilayah khatulistiwa dengan ciri curah hujan tinggi, dominasi hutan hujan tropis, sinar matahari sepanjang tahun, kelembaban udara tinggi, memiliki tiga daerah waktu. 
Karena terdapat di wilayah tropis menyebabkan wilayah perairan Indonesia juga hangat sehingga memiliki biota laut yang beragam. Hal ini lah yang menjadikan wilayah laut Indonesia kaya dengan berbagai jenis biota laut.   

4. Letak Geografi Indonesia 

Seperti yang dituliskan sebelumnya bahwa Indonesia adalah sebuah negara kepulauan dimana terdiri atas daratan dan lautan. Wilayah lautan Indonesia lebih luas dibanding wilayah daratannya (1:3). Luas daratan Indonesia sekitar 1.910.000 km2 dan luas lautan sekitar 6.297.000 km2 (Data Timnas PNR). Jumlah pulau di Indonesia sekitar 13.466 pulau. 

Secara Geografis, Indonesia diapit oleh dua samudera (Hindia dan Pasifik) dan dua benua (Asia dan Australia). letak geografis Indonesia juga berbatasan dengan :
  • Sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura dan Fhilipina
  • Sebelah timur, berbatasan dengan Papua Nugini 
  • Sebelah Selatan, berbatasan dengan Australia
  • Sebelah barat, berbatasan dengan samudera Hindia  
Sebagai negara kepulauan dan kedudukannya pada negara / wilayah lain, wilayah Indonesia berbatasan darat dan laut dengan beberapa negara. Negara yang berbatasan darat dengan Indonesia adalah Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sementara yang berbatasan laut dengan Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Fhilipina, Australia, Papua Nugini, Vietnam, India, Thailand, Republik Palau, danTimor Leste.

Posisi strategis yang dimiliki Indonesia menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan peran penting dalam lalu lintas laut. selain menguntungkan, posisi strategis ini dapat pula berisiko baik dari segi sosial, ekonomi, budaya dan yang terpenting pertahanan dan keamanan negara. 

Berdasarkan konvensi hukum laut internasional "United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS)yang diselenggarakan pada tanggal 10 Desember 1982 di Montego Bay, Jamaica mengatur batas laut antarnegara dijelaskan bahwa sebuah negara pantai  (coastal state) berhak atau laut teritorial sejauh 12 mil laut, zona tambahan sejauh 24 mil laut, zona ekonomi eksklusif sejauh 200 mil laut, dan landas kontinen sejauh 350 mil laut atau lebih. lebar masing-masing zona ini diukur dari garis pangkal (baselines) yang dalam keadaan merupakan garis pantai saat air laut surut terendah. berdasarkan hal tersebut, maka Indonesia memiliki wilayah perairan meliputi laut terotorial, batas landas kontinen, dan batas zona ekonomi eksklusif. 

Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia telah mengeluarkan pengumunan tentang wilayah laut teritorial Indonesia yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 dan kemudian di perkuat dengan UU No. 4 Tahun 1960. 


5. Potensi Kelautan Indonesia 
Wilayah Indonesia yang terdiri atas 2/3 wilayah lautan, menyebabkan berbagai potensi laut dapat dikembangkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. ada beberapa potensi laut di Indonesia sebagai berikut : 

1. Perikanan 
secara umum, sumber daya perikanan laut dibedakan menjadi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. perikanan tangkap adalah upaya nelayan untuk menangkap ikan di laut lepas dengan menggunakan alat tangkap yang dimiliki. sementara perikanan budidaya adalah upaya membudidayakan ikan di pantai. budidaya ikan di laut sangatlah potensial. lahan yang cocok dikembangkan di laut Indonesia sekitar 12,1 juta hektar. Namun, faktanya baru sekitar 1 persen ikan yang dihasilkan dari budidaya perikanan laut, 99 persen adalah pembudidayaan rumput laut. 
 



2. SUmber daya mineral dan energi kelautan 

Potensi sumber daya mineral dan energi kelautan yang dimiliki Indonesia yaitu Minyak dan gas, pertambangan mineral, garam laut, serta sumber daya energi terbarukan. salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional adalah minyak dan gas. 
 
3. Transportasi 

Transportasi laut memiliki peran yang teramat penting bagi negara yang berbasis kepulauan. Indonesia yang memiliki 17.000 pulau dan disatukan lautan yang luas, transportasi laut menjadi " Urat Nadi" bagi perekonomian Indonesia.

Mengingat sangat  vitalnya transportasi bagi perekonomian, maka transpotasi laut harus dikembangkan dengan baik dan benar untuk menunjang pertumbuhan perekonomian.
Transportasi laut merupakan salah satu urat nadi perekonomian Indonesia. Jika transportasi laut terganggu, maka perekonomian nasional juga terganggu. Betapa tidak, 90 % perdagangan dunia diangkut melalui laut, dan diantaranya 40% melalui laut Indonesia. 
Tantangan pembangunan transportasi sangat kompleks termasuk transportasi laut sebagai dampak perkembangan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pembangunan transportasi laut tidak boleh hanya berorientasi pada skala nasional saja, namun juga harus berorientasi pada skala regional dan internasional

4. Pariwisata Bahari 

Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang ke dua di dunia, memiliki potensi pengembangan pariwisata bahari yang besar. Garis pantai yang panjang dan eksotis ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Di laut lepas, terdapat beberapa titik yang bisa digunakan untuk olahraga ski air, terumbu karang yang menyajikan keindahan bawah laut. pengembangan pariwisata bahari bisa memberikan dampak berganda (multiple efeck) seperti menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendatangkan devisa negara, dan mendorong konservasi lingkungan serta mendorong terwujudnya negara maritim yang tangguh. 
 
5. Industri dan jasa kemaritiman 

Perkembangan indutsri galangan kapal Indonesia belum berkembang. jika dilihat , peranan industri galangan kapal sangat besar karena memiliki rangtai hulu-hilir  yang panjang. salah satu permasalahannya, pajak kapal terlalu besar dibandingkan negara tetangga terdekat singapura dan Malaysia serta dukungan perbankan terhadap perkembangan industri perkapalan masih rendah. selain itu, terdapat persoalan lainnya pada sistem pelabuhan yang ada di indonesia. pelabuhan di indonesa hanya berperan sebagai cabang atau ranting dari singapura dan lainnya. sistem pelabuhan yang masih tidak efisien, tidak aman dan tidak produktif.
 
6. Industri pengolahan hasil pertanian 
Ada yang mesti di fikirkan oleh pemerintah dan masyarakat, khususnya pada wilayah pesisir pantai. Selama ini, tekhnik pemasaran hasil perikanan masyarakat secara langsung. maksudnya, ikan segar yang telah ditangkap di laut kemduain dijual dalam kondisi segar di pasar atau tempat pelelangan ikan. untuk meningkatkan nilai ekonomis dan mempertahankan kualitas perikanan maka perlu dilakukan upaya pengolahan terhadap iakn mentah / segar. Hal inilah yang semestinya pemerintah upayakan di maksimalkan dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat nelayan.
Ada beberapa cara dalam pengolahan hasil perikanan yaitu, pembekuan, pengalengan, produk berbasis surimi, tataki, breaded shrimp and fishes, tepung ikan, dan lainnya.  sementara itu, proses pengolahan hasil perikanan secara tradisional terdiri atas pengeringan, pemindangan, fermentasi/peragian, dan pengasapan. 

7. Sektor Industri Biotekhnologi Perairan 

Kegiatan industri biotekhnologi perairan meliputi sebagai berikut 

Ekstrasi natural product dari biota dari perairan laut dan peraran tawaruntuk bahan baku industri makanan, minuman, farmasi, kosmetika, kertas, film, dan puluhan industri lainnya

Rekayasa genetika untuk menghasilkan bibit dan benih unggul teutama untuk mendukung kegiatan usaha perikanan, pertanian, dan peternakan.

Pembersih lingkungan yang tercemar dengan tekhnik bioremediasi.  


8. Sumber daya wilayah pulau-pulau kecil 

ada beribu pulau kecil di Indonesia yang memiliki karakterstik yang berbeda. Tentu, pulau-pulau kecil tersebut jika dikembangkan dengan baik maka akan menjadi potensi besar bagi keberlanjutan konsep maritim Indonesia. 

Terima Kasih. 
PAnTas
(Puang Andi Tasmira)




Posting Komentar

0 Komentar