Sebagai suatu ekosistem, biosfer mencakup lingkungan biotik dan lingkungan abiotic. Lingkungan Biotik adalah semua benda atau makhluk hidup yaitu flora dan fauna. Lingkungan abiotic yaitu lingkungan yang terdiri atas benda-benda tidak hidup, misalnya batuan, tanah, air, udara, sinar matahari.
Kembali pada topik yakni flora dan fauna. Flora adalah jenis-jenis tumbuhan sedangkan fauna adalah jenis-jenis hewan. Flora dan fauna tersebar dipermukaan bumi secara tidak merata. Ada beberapa flora maupun fauna yang tidak dapat tumbuh dan berkembang didaerah tertentu. Tentu keanekaragaman flora dan fauna disuatu wilayah tidak terlepas dari dukungan kondisi diwilayah itu.
A. Faktor Yang mempengaruhi Sebaran Flora Fauna
Ada 4 faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna dimuka bumi, yaitu :
1. Faktor Iklim
Kondisi iklim suatu tempat merupakan factor yang paling dominan dalam persebaran flora dan fauna di permukaan bumi. Wilayah dengan iklim tropis dimana curah hujan tinggi memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang dapat tumbuh dan hidup pada wilayah ini. Sebaliknya pada wilayah yang beriklim ekstrim, misalnya iklim kutub sangat menyulitkan bagi kehidupan makhluk hidup. Dibutuhkan proses adaptasi yang lama dan cukup sulit untuk dapat bertahan hidup yang pada akhirnya hanya beberapa spesies yang mampu tumbuh dan berkembang di wilayah iklim kutub.
Unsur-unsur iklim yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup dimuka bumi antara lain, suhu, kelembaban udara, angina, dan tingkat curah hujan.
2. Faktor Edafik
Faktor edafik disini adalah faktor kondisi tanah. Tanah merupakan media tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman. Kondisi tanah yang secara langsung berpengaruh terhadap tanaman adalah kesuburan. Parameter untuk kesuburan tanah, antara lain kandungan bahan organic, unsur hara, tekstur dan struktur tanah, serta ketersediaan air dalam pori-pori tanah. Tanah-tanah yang subur seperti tanah vulkanis dan aluvial merupakan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
3. Faktor Fisografi
Faktor fisiografi adalah ketinggian tempat dan bentuk wilayah permukaan bumi (relief bumi). Pada permukaan bumi terdapat gejala gradien thermometric, dimana suhu udara akan mengalami penurunan 0,60 C setiap wilayah naik 100 meter dari permukaan laut, begitupun sebaliknya.
Pada materi Atmosfer di kelas X, dikenal adanya pembagian iklim dunia berdasarkan ketinggian tempat yang dihubungkan dengan persebaran fauna yang tumbuh disetiap ketinggian tertentu (Iklim Jughuhn). Semakin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, maka semakin sedikit jenis tumbuhan yang bisa tumbuh.
4. Faktor biotik
Unsur biotik adalah salah satu faktor persebaran flora dan fauna dimuka bumi. Unsur biotik disini adalah makhluk hidup itu sendiri (tumbuhan dan hewan) serta manusia. Tetapi yang lebih dominan dalam persebaran flora dan fauna adalah manusia. Pengaruh manusia terhadap persebaran flora dan fauna baik yang sifatnya menjaga kelestarian maupun mengubah tatanan kehidupan flora dn fauna baik kearah positif maupun negatif. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dimiliki manusia dapat memberikan dampak baik positif maupun negatif dalam persebaran flora dan fauna.
B. Persebaran Flora dan Fauna Indonesia
Membahas persebaran flora dan fauna di Indonesia, maka akan terkait dengan sejarah geologi dari wilayah Indonesia. Pada zaman glasial, wilayah daratan Indonesia itu masuk pada 2 benua besar yaitu pada wilayah Paparan Sunda (Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali) merupakan satu wilayah daratan dengan Benua Asia. Pada paparan sahul (meliputi Papua dan pulau lain disekitar papua) merupakan satu wilayah dengan benua Asutralia. Sementara Sulawesi, Maluku (Sebagian) dan Nusa Tenggara berada pada posisi pertengahan yang sering dikenal dengan istilah zona Wallace.
Karena pernah bersatu daratan, maka flora dan fauna yang ada dimasing-masing wilayah tersebut punya kemiripan / kesamaan.
1. Persebaran Flora Indonesia
Indonesia yang merupakan wilayah ber iklim tropis menyebabkan keanekaragaman flora yang bervariasi. Letak geografis Indonesia yang terdapat di antara dua benua besar yaitu Benua Asia dan benua Australia menyebabkan Indonesia sebagai perlintasan persebaran biota Asia dan Australia. Kepulauan Indonesia yang luas juga mendorong adanya berbagai jenis tumbuhan.
Secara garis besar, flora di Indonesia di golongkan kedalam 4 kelompok besar, yaitu :
a. Vegetasi Hutan Hujan Tropis
Ciri-ciri hutan hujan tropis sebagai berikut :
- Memiliki jenis vegetasi yang heterogen
- Pepohonannya tinggi, bahkan ketinggiannya mencapai 60 meter
- Daunnya lebat dan membentuk kanopi
- Sinar matahari tidak dapat tembus ke permukaan tanah
- Terdapat banyak tumbuhan epifit, seperti anggrek dan pakis haji
Persebaran hutan hujan tropis terdapar di Indonesia Bagian barat, yaitu Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. sebagian juga terdapat di papua.
b. Vegetasi Hutan Musim
Ciri-ciri hutan musim
- Tinggi pohon lebih rendah dari hutan hujan tropis
- Jenis vegetasinya homogen
- Pepohonan menggugurkan daunnya pada musim kemarau (meranggas)
Persebaran hutan musim di Indonesia terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. contoh vegetasi hutan musim adalah tanaman jati.
c. Vegetasi Hutan Mangrove
- Tinggi pohon lebih rendah daripada hutan hujan tropis
- Mempunyai akar tunjang
- Bersifat homogen
Persebaran hutan mangrove di Indonesi banyak terdapat di kalimantan dan Sumatera
d. Vegetasi Sabana /Stepa
ciri-ciri sabana/stepa adalah :
- Terdapat didaerah beriklim kering
- Daerah yang seluruhnya padang rumput dan diselingi pepohonan.
persebaran hutan sabana/stepa di Indonesia terdapat di Nusa Tenggara dan Pulau Madura.
2. Persebaran Fauna Indonesia
Alfred Russel Walace dan Max Wilhelm Carl Weber dalam buku Zoologische Ergebnisse Einer Reise In Nie derlanish ost / indie mengelompokkan persebaran fauna Indonesia kedalam tiga wilayah persebaran Fauna, yaitu :
a. Kelompok Hewan Asiatis (Indonesia bagian barat)
Kelompok hewan Asia tersebar di Wilayah Indonesia Bagian Barat (Paparan Sunda) yang meliputi Sumatera, kalimantan, jawa dan Bali. Contoh fauna kawasan Asiatis diantaranya
- Mamalia : gajah, badak bercula satu, tapir, banteng, rusa, monyet, kerbau, orang utan, beruang, bajing, kijang, kelelawar, landak, babi hutan, kukang da kancil
- Reptil : buaya, kura-kura, kadal, tokek, ular, biawak, bunglon
- Burung : burung hantu, elang, merak, kutilang, jalak, berbagai macam unggas
- Ikan air tawar dan pesut (sejenis lumba-lumba dari sungai Mahakam)
b. Kelompok Hewan Asutralis (Indonesia bagian Timur)
Kelompokhewan Australis tersebar di wilayah Indonesia bagian timur (paparan sahul) yang meliputi Pulau Paua dan pulau kecil lain di sekitar Papua. Conotoh fauna nya :
- Mamalia : kanguru, walaby, beruang, nokdiak (Landak Papua) dan oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kanguru pohon,kelelawar
- Reptil : buaya, baiwak, ular, kadal, kura-kura
- Amfibi : buaya, biawak, ular, kadal, kura-kura
- Burung : nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, namudur
c. Kelompok Hewan Peralihan (Indonesia bagian tengah)
Kelompok hewan peralihan ini tersebar di wilayah Indonesia bangian tengah, yaitu Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Pada wilayah ini, terdapat hewan asiatis dan juga ditemukan hewan australis. Namun, ada hewan endemik (khas) dari wilayah Indonesia Tengah ini dan termasuk hewan lamgkah, diantaranya anoa (mirip lembu) terdapat di Sulawesi, Komodo (Nusa Tenggara Timur), burung Maleo (Sulawesi dan Kepulauan Sangihe).
C. PERSEBARAN FLORA & FAUNA DUNIA
1. Persebaran Flora Dunia
Berbicara mengenai persebaran flora dunia, maka kita menelaah dengan menggunakan pendekatan kelingkungan (ecologic aproach) meliputi distribusi flora dilihat dari pengaruh kondisi lingkungan, terutama iklim yang disebabkan oleh adanya perbedaan letak astronomis dan pengaruh tofografi.
Secara garis besar, wilayah persebaran flora dunia dibatasi dengan bioma (wilayah yang memiliki sifat geografis dan iklim yang sama). Bioma yang ada di dunia adalah sebagai berikut :
a. Bioma hutan hujan tropis
Hutan hujan tropis merupakan bioma yang sangat kompleks, vegetasinya heterogen dan bervariasi. curah hujan yang tinggi (2.000 mm pertahun ) dan memiliki intensitas cahaya matahari sepanjang tahun menyebabkan vetegasi yang ada bisa tumbuh dengan subur. ciri dari hutan hujan tropis adalah sebagai berikut :
- vegetasinya heterogen
- pohonnya tinggi-tinggi ( 20-40 meter)
- daunnya lebar dan membentuk kanopi
- selalu hijau sepanjang tahun
vegetasi yang ada di hutan hujan tropis ini adalah kayu meranti, keriung, kayu besi, dan kayu hitam. persebaranya meliputi wilayah yang terletak diantara 10 derajat LU - 10 derajat LS. (Hutan Amazon di Amerika, Afrika Barat, Madaskar timur, Asia selatan (Indonesia dan Malaysia), dan Australia.
b. Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat pada daerah dengan iklim sedang, curah hujan merata sepanjang tahun antara 750-1.000 mm pertahun. Daerah ini biasanya memiliki empat musim. Jarak antara pepohonan tidak terlalu rapatdan jumlah spesies nya sedikit (10-20 spesies) dan homogen. wilayah persebarannya meliputi Eropa barat, Eropa tengah, Asia Timur (Korea dan Jepang), Timur Laut Amerika.
c. Bioma padang rumput / sabana
Bioma padang rumput meliputi daerah tropis sampai ke daerah subtropis. Curah hujan antara 250-500 mm pertahun, curah hujan tidak teratur mengakibatkan porositas tanah yang rendah sehingga tumbuhan sulit menjangkau air. Kondisi ini menyebabkan hanya vegetasi rumput yang mampu bertahan. Daerah persebaran padang rumput adalah benua Afrika, Amerika Selatan dan Australia. Sabana pada umumnya terbentuk di daerah tropis sampai daerah subtropis.
d. Bioma gurun
Bioma gurun hidup pada daerah dengan curah hujan rendah (kurang dari 250 mm pertahun), intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan penguapan (evaporai) tinggi. Bioma gurun terdiri atas batu dan pasir dengan tumbuhan yang jarang. jenis vegetasi yang dapat tumbuh memiliki ciri berdaun kecil berduri denagan akar yang panjang. Vegetasi yang ada pada bioma gurun adalah kaktus, semak-semak akasia, dan pohon kurma. Wilayah persebaran bioma gurun ada di Amerika Utara (praire), Amerika Selatan (pampas), Afrika Selatan (veld).
e. Bioma taiga
Bioma taiga memiliki ciri vegetasi berdaun kecil dan panjang seperti jarum. vegetasi yang mendominasi adalah konifer (picia, alder, birch, juniper) dan pinus. persebarannya terdapat di belahan bumi utara melipiuti Siberia Utara, Rusia, amerika tengah dan utara
f. Bioma tundra
Bioma tundra terletak di daerah kutub, sehingga jarang ditumbuhi pepohonan. Jenis vegetasi yang tumbuh pada bioma tundra adalah lumut yang tumbuh pada musim panas (periode musim panas yangpendek). Wilayah persebarannya wilayah arktik dan pulau pulau kecil sekitar antartik, pucank gunung tinggi daerah tropis dan pegunungan Alpine.
2. Persebaran Fauna Dunia
Persebaran fauna dunia tidak terlepas dari teori apungan benua yang dikemukan oleh Alfred Wegener, yang menyebutkan bahwa bumi yang kita tempati saat ini dahulu kala hanya satu daratan / benua besar yaitu Benua Pangea dan satu samuder besar yaitu Panthalasae. Lalu terjadilah pergeseran lempeng kerak bumi yang memisahkan benua Pangea ini menjadi dua benua yaitu Eurasia di Utara (Eropa , Asia bagian utara dan bagian tengah, serta amerika utara) dan Gondwana dibagian selatan (Amerika Selatan, Afrika, India, Australia, dan antratika). Dari penjelasan ini, maka didapatkan informasi bahwa dengan pergeseran kerak bumi yang menyebabkan terpisahnya daratan ini juga menjadi penyebab terpisahnya flora dan fauna dunia.
Menurut Alfred Russel Wallace, fauna dunia tersebar dalam 6 kawasan zoogeografis yaitu :
1. Wilayah Nearktik
wilayah nearktik meliputi wilayah Amerika Utara, dataran tinggi Meksiko dan Greenland. hewan yang terdapat di daerah Nearktik adalah bison, tupai salamander, kelinci, tupai amerika, kalkun, beruang coklat.
2. Wilayah Neotropik
Wilayah neotropik meliputi Amerika Selatan, Meksiko bagian selatan dan termasuk Amerika Tengah dengan sebagian wilayah beriklim tropis dan iklim sedang. Hewan neotropik adalah Kukang, Armadilo. kelelawar, orangutan, siamang, trenggiling, kuda, tapir, dan kera
3. Wilayah Australis
Daerah persebarannya adalah benua Australia, New Zealand, Papua, Maluku, dan Pulau-pulau kecil disekitar samudera pasifik. contoh fauna nya antara lain, kanguru, trenggiling, koala, kasuari, cendrawasih, kiwi, kura-kura, buaya, kakatua, burung penghisap madu, dan burung emu.
4. Wilayah Oriental
Persebarannya meliputi Asia Tenggara dan Selatan, termasuk Indonesia bagian barat diantaranya Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Hewan yang hidup di wilayah oriental diantaranya Harimau, Gajah, gibon, orangutan, badak bercula satu.
5. Wilayah Palearktik
Persebarannya meliputi bagian utara benua Asia dn Eurasia, Himalaya, Afganistan, Persia, Afrika, Inggris, serta Jepang. Hewan yang hidup diantaranya bison, landak, kucing kutub, dan menjangan kutub.
6. Wilayah Ethiopia
Persebarannya meliputi Afrika bagian selatan, Gurun Sahara, Madagaskar, dan wilayah arab bagian selatan. Hewan yang hidup di daerah ini Gorila, sinpanse, antelop, burung unta, kuda nil, zebra, dan jerapah.
D. PEMANFAATAN FLORA DAN FAUNA INDONESIA SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM
Berbagai jenis flora dan fauna di Indonesia merupakan anugerah yang luar biasa besarnya dari Allah SWT yang mesti dikelola dengan baik demi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia. Keanekaragaman hayati di Indonesia dimanfaatkan sebagai berikut :
1. Sebagai sumber kehidupan dan sebagai sumber pendapatan bagi kelangsungan hidup manusia.
Diantaranya sebagai sumber pangan (padi, jagung, singkomg, kentang, talas, ubi jalar, berbagai jenis tanaman sayur dan buah). Sebagai bahan obat-obatan (kunyit, Lengkuas, jahe, kencur, daun kumis kucing, daun jambu, jinten hitam, pule pandak, dll), sebagai bahan baku indsutri (misalnya rotan yang menjadi bahan bakuindustri kreatif, tanaman enceng gondok bisa dgunakan sebagai bahan baku kerajinan tas cantik, penyulingan minyak)
2. Sebagai sumber dan objek dari perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi,
Dengan keanekaragaman hayati tersebut maka akan banyak penelitian dan pengembangan ilmu tentang tumbuhan dan hewan yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. berbagai penelitian terkait dengan flora dan fauna baik itu dilakukan oleh badan pemerintah maupun swasta demi keberlanjutan kelestarian flora dan fauna. salah satu hasil dari penelitian ini adalah dibuatnya kawasan perlindungan hewan dan tumbuhan yang sudah labgkah misalnya Cagar Alam, suaka margasatwa dan taman nasional.
3. Sebagai sarana bagi manusia untuk mengembangkan sikap sosial dan budaya manusia ;
Keberadaan flora dan fauna ditengah-tengah kehidupan masyarakat akan memberi manfaat dalam pengembangan sikap sosial dan budaya manusia. contoh konkritnya seperti ini ; masyarakat Indonesia ada yang menetap di wilayah pegunungan, dataran rendah, maupun dekat dengan wilayah perairan. Masyarakat tersebut telah terbiasa dan menyatu dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Kegiatan memanen hasil pertanian merupakan kebiasaan yang khas bagi masyarakat yang tinggal di dataran rendah.
Masyarakat tersebut yang hidup berdekatan dengan laut, sungai, dan hutan memiliki aturan tertentu dalam upaya memanfaatkan tumbuhan dan hewan. Masyarakat memiliki kepercayaan tersendiri mengenai alam. Dengan adanya aturan-aturan tersebut, keanekaragaman hayati akan terus terjaga kelestariannya.
Saya PAnTas (Puang Andi Tasmira)











0 Komentar