Kedua gambar diatas merupakan penerapan prinsip geografi yaitu prinsip deskripsi. Prinsip deskripsi adalah pemberian penjelasan atas fenomena geosfer baik dengan rangkaian kalimat, diagram, grafik, tabel, gambar dan peta.
Peta dan Fhoto udara adalah gambaran permukaan bumi baik seluruhnya maupun sebagian. Namun, ada yang membedakan antara peta dan fhoto udara (hasil inderaja). Pada peta dilengkapi dengan legenda dan keterangan lain sehingga interpretasi peta dapat dengan mudah dilaksanakan. Sementara pada fhoto udara sebagai hasil penginderaan jauh tidak dilengkapi dengan penjelasan objek, sehingga membutuhkan tahapan dalam penginterpretasian dari fhoto udara.
Interpretasi peta atau fhoto udara adalah kegiatan menganalisis peta atau fhoto udara dengan maksud untuk mengidentifikasi dan menilai objek yang tergambar baik dalam peta maupun dalam fhoto udara.
1. Pemanfaatan Peta dan Citra Penginderaan Jauh untuk Jaringan Transportasi Darat
Berbicara terkait dengan jaringan transportasi, maka sudah barang tentu adanya perbedaan gejala antara perkotaan dengan pedesaan. Jaringan jalan di wilayah kota banyak dan tentu dicirikan dengan terjadinya kemacetan disana sini. Ini bisa terjadi karena banyaknya kendaraan yang lalu lalang di wilayah kota. berbanding terbalik dengan kondisi di wilayah pedesaan, dimana jaringan jalan yang minim dan kondisi jalan yang sepi dari kendaraan. Tapi tidak berbarti kendaraan di desa tidak ada.
Dalam pemantauan jaringan transportasi khususnya untuk data kemacetan biasanya digunakan citra penginderaan jauh. Dari hasil citra satelit, maka didapatkan data terkait dengan titik titik yang berpotensi terjadi kemacetan. Sehingga dengan data tersebut, maka pihak polisi lalu lintas dan dinas perhubungan dapat membuat rekayasa lalu lintas untuk mengurai terjadinya kemacetan tersebut.
Selain itu, hasil inderaja juga dapat digunakan sebagai basis data dalam perencanaan jaringan jalan. Secara umum manfaat inderaja pada bidang transportasi darat sebagai berikut :
a. penentuan rute pembangunan jalan
b. perencanaan pembangunan halte bus atau busway
c. Perencanaan pembangunan terminal
d. Pembuatan rute jalur alternatif
e, rekayasa lalulintas
f. Analisis kemacetan lalulintas
Sementara untuk pembangunan jaringan rel kereta api, data yang sangat dibutuhkan adalah data dari peta khususnya peta administrasi, peta tofografi, dan peta penggunaan lahan. Peta adminsitratif digunakan untuk mengetahui daerah yang akan dilalui jalur rel kereta api. Peta penggunaan lahan berguna untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan pada pembangunan jaringan rel kereta api. Peta tofografi digunakan untuk mengetahui jalur rel kereta berdasarkan ketinggin tempat. Secara mendasar kriteria lahan yang layak digunakan untuk pembangunan rel kereta api adalah daeraha dataran rendah, lahan jauh dari pemukiman padat dan karakteristik tanahnya cukup resisten.
Pembangunan rel kereta api trans sulawesi sementara berjalan. Proyek berskala nasional ini dimulai sejak tahun 2015. Sampai akhir tahun 2021, diharapkan jalur Barru-Pangkep-Maros akan selesai. Pembangunan rel kereta untuk rute tersebut diperuntukan untuk kereta barang. Setelah jalur ini selesai di akhir tahun 2021 akan dilanjutkan dengan rute Makassar - Pare-pare untuk kereta penumpang.(sumber: https://sulsel.idntimes.com )
Citra penginderaan jauh dapat juga digunakan untuk mendeteksi dan memantau jaringan transportasi laut. Data Citra penginderaan jauh pada wilayah laut diantaranya adalah data sistem atau pola angin permukaan, pengamatan perkiraan pasang surut air laut, pengamatan kondisi fisik air laut (misalnya dengan warna air laut yang dideteksi dari citra penginderaan jauh-maka kita bisa mengkalsifikasi wilayah laut berdasarkan kedalamannya).
Dari data-data tersebut, maka pihak terkait dalam transportasi laut (Syahbandar pelabuhan / Dinas Perhubungan laut, termasuk pihak perusahaan jasa kapal penumpang / barang) dapat memanfaatkan untuk kepentingan pelayaran.
Berikut ini pemanfaatan citra penginderaan jauh dibidang transportasi laut :
- Dari informasi interpretasi warna air laut , dapat digunakan untuk menentukan jenis kapal yang dapat beroperasi diwilayah laut tersebut.
- Hasil survei hidrooceanografis yang berhasil merekam pasang suru air laut, gelombang air laut, kedalaman laut dan arah arus laut dapat dijadikan pertimbangan dalam penentuan lokasi pembangunan pelabuhan
- Citra Satelit seperti NOAA, GMS dan TRMM yang mampu merekam kondisi cuaca laut dapat dijadikan acuan dalam penentuan jadwal keberangkatan kapal
Selain penginderaan jauh, peta dapat pula digunakan sebagai sumber informasi keruangan dalam perencanaan pembangunan jaringan transportasi laut. Misalnya peta navigasi dapat digunakan untuk memandu nahkoda dalam menentukan jalur pelayaran. Peta dapat pula digunakan untuk menentukan rute perjalanan para wisatawan / Pelancong dan mengetahui interaksi antara pulau.
3. Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Untuk Jaringan Transportasi Udara
Manfaat penginderaan jauh antara lain membantu analisis cuaca dengan memperkirakan tekanan udara pada suatu wilayah, alat bantu navigasi transportasi udara, perkiraan arah angin, suhu dan kandungan air di udara untuk penentuan larangan terbang.
salah satu manfaat penginderaan jauh bagi pengembangan sistem transportasi udara yaitu untuk analisis cuaca sehingga daat dketahui tekanan udara dan suhu suatu daerah. Pemantauan kondisi cuaca oleh citra penginderaan jauh sangat membantu dalam bidang transportasi udara. Adanya citra satelit seperti NOAA yang memantau keadaan cuaca dpat digunakan untuk mengaalisis cuaca. Jarak pandang pilot menjadi salah satu faktor penentu keselamatan penumpang dalam penerbangan. Dengan mengetahui kondisi cuaca, pilot dapat memperkirakan jarak pandang yang masih bisa ditoleransi untuk keamanan penerbangan.
B. Interpretasi Peta dan Citra Penginderaan Jauh Untuk Tata Guna Lahan
Tata guna lahan adalah upaya perencanaan penggunaan lahan dalam suatu wilayah yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi tertentu. Penggunaan lahan biasanya untuk pemukiman, perumahan, perkebunan, pertanian, dan ruang terbuka hijau. Tata Guna lahan diperlukan agar dalam suatu wilayah terwujud harmonisasi ruang sehingga berbagai kepentingan dalam wilayah tersebut dalam bersinergi.
Untuk perencnaan wilayah terkait dengan tata guna lahan, maka hasil citra penginderaan jauh adalah salah satu data kewilayahan yang bisa digunakan. Yang jelas, data yang ada akurat dan terbaru.
1. Pemanfaatan penginderaan jauh untuk kawasan pemukiman
Dalam menentukan suatu wilayah cocok menjadi kawasan pemukiman, ada beberapa syarat yang mesti terpenuhi, yaitu :
- Tidak berada pada kawasan lindung
- Berada pada kemiringan 0-8 %, kemiringan lereng 8-15% masih dapat diterima dengan pembatasan kepadatan bangunan
- Bebas dari pencemaran air, udara, gangguan suara, atau gangguan lainnya baik yang ditimbulkan sumber daya buatan manusia maupun sumber daya alam seperti banjir, tanah longsor atau tsunami.
- Ketinggian lahan kurang dari 1.000 mdpl
- Pada kota-kota yang mempunyai bandara udara, tidak mengganggu penerbangan pesawat
- Kondisi sarana prasaran memadai
- Dekat dengan pusat kegiatan dan pelayanan.
Dalam menentukan lokasi perumahan, ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan seperti aksesibiltas, ketersediaan sarana prasarana, dan kondisi tofografi. Oleh karena itu dibutuhkan citra yang mampu memberikan informasi tersebut, misalnya citra quickbird, Worldview-2.
Citra wordview-2 merupakan salah satu citra beresolusi tinggi sehingga dapat mengidentifikasi penggunaan lahan suatu wilayah berdasarkan ciri spasial yang ditampilkan pada citra.
2. Pemanfaatan Peta dan Citra penginderaan jauh untuk kawasan perkebunan dan pertanian
Berdasarkan data Badan Pussat Statitistik bahwa penggunaan lahan pertanian di Indonesia tahun 2018 sebanyak 7,1 juta hektar. Luas lahan pertanian ini berkurang dibanding tahun 2013 yang mencapai 7,75 juta hektar. (sumber : https://economy.okezone.com ).
Data penginderaan jauh sangat berperan dalam bidang perkebunan dan pertanian. Berikut ini manfaat citra penginderaan jauh untuk bidang pertanian dan perkebunan ;
- Dengan adanya citra beresolusi tinggi memudahkan pemilik lahan menghitung dan memprediksi hasil produksi pertanian dan perkebunannya untuk berbagai keperluan.
- Foto udara inderaja memudahkan petani dan pemilik lahan mendeteksi jumlah tanaman perkebunan dan pertaniannya yang terserang hama, pada Fhoto inframera - bisa mendeteksi jenis gangguan hama penyakit melalui kenampakan daun di foto tersebut
Sementara untuk pemanfaatan peta dalam bidnag pertanian, juga sama pentingnya dari fhoto udara. ada beberapa jenis peta yang sering digunakan sebagai sumber informasi keruanga dalam bidang pertanian dan informasi sebagai berikut :
- Peta tofografi ; untuk menentukan ketinggian tempat, sehingga dapat dengan mudah mendeteksi potensi suhu dan curah hujan serta informasi kemiringan lereng
- Peta jenis tanah ; untuk melihat persebaran jenis tanah sehingga dapat dijadikan acuan dalam menentukan jenis tanaman sesuai kondisi tanah
- Peta geologi ; untuk melihat karakteristik batuan distua wilayah. informasi karakteristik batuan dapat digunakan untuk mengetahui tingkat permeabilitas sehingga jenis tanaman yang sesuai dapat dikembangkan.
- Peta kepadatan penduduk ; untuk memprediksi jumlah tenaga kerja dalam kegiatan pertanian
- Peta tingkat pendidikan pendudu ; untuk menganalisis kemampuan sumber daya manusia. penduduk dengan pendidikan tinggi mampu menghasilkan inovasi baru pada bidang pertanian.
3. Pemanfaatan Peta dan Citra untuk Monitoring Perubahan Lahan
Seiring perkembangan dan pertambahan jumlah penduduk, maka terjadi pula perubahan fungsi lahan atau sering disitilahkan dengan alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan adalah tuntutan dari terjaadinya peningkatan jumlah penduduk. Jumlah penduduk bertambah, maka akan bertambah pula kebutuhan hidup manusia, baik itu kebutuhan pangan maupun kebutuhan akan tempat tinggal.
Alih fungsi lahan disini terjadi dari lahan produktif menjadi lahan terbangun, atau dari lahan konservasi menjadi lahan produktif. Lahan terbangun disini biasanya dalam bentuk lahan pemukiman, atau kawasan industri dan jasa, sementara untuk lahan produktif adalah lahan pertanian, perkebunan. Lahan konservasi biasanya dalam bentuk hutan lindung.
Dari perekaman sensor inderaja dapat diketahui perubahan fungsi lahan dalam suatu wilayah. Hasil dari monitoring ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk pengambilan kebijakan dan evaluasi terkait dengan proses perubahan penggunaan lahan atau pembangunan telah sesuai dengan rencana atau terjadi penyimpamgan.
Citra pengidenraan jauh yang sesuai untuk monitoring penggunaan lahan adalah citra dengan resolusi tinggi seperti quickbird.
C. ANALISIS KERUANGAN PADA SISTEM INFORMASI GEOGRAFI
SIG adalah suatu sistem yang mampu menampung, menyimpan, mengolah dan memanipulasi data spasial sehingga menghasilkan output sesuai dengan tujuan pengguna. Saat ini SIG dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Pada pengembangan sumber daya alam, SIG diaplikasikan untuk kegiatan inventarisasi, perencanaan tata ruang lahan, dan analisis tingkat kesesuaian lahan. Berikut ini beberapa pengaplikasian SIG diantaranya :
1. Analisisi Potensi Sumber Daya Alam menggunakan SIG
Setiap wilayah memiliki potensi yang berbeda untuk kemudian dikembangkan dalam rangka pelaksanaan pembangunan di wilayah tersebut. Indonesia yang memiliki wilayah cukup luas dengan sejuta potensinya adalah nikmat dari Allah SWT yang perlu untuk disyukuri. Kesyukuran itu dalam bentuk memanfaatkan sebaik-baiknya potensi tersebut. Potensi tersebut berupa sumber daya alam dan keindahan alam yang dapat menunjang kegiatan ekonomi masyarakat seperti pariwisata.
Agar pemanfaatan SDA dan pariwisata sesuai konsep pembangunan berkelanjutan, maka diperlukan pereencaanan yang matang. SIG dapat membantu perencanaan penggunaan potensi wilayah tersebut.
Manfaat SIG dalam kegiatan inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan pembangunan adalah :
- Mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batu bara, emas dan besi
- Mengetahui persebaran lahan, misalnya lahan potensial danlahan kritis, lahan pertanian, pemanfaatan perubahan penggunaan lahan, serta rehabilitasi dan koservasi lahan.
Sumber data dalam SIG itu baik dari Peta, Hasil Penginderaan jauh maupun data lapangan (Teristris).
2. Analisis Potensi Pariwisata menggunakan SIG
Setiap wilayah memiliki destinasi wisata, baik berupa keindahan alam, budaya, peninggalan sejarah, maupun kuliner. Dalam bidang pariwisata, SIG digunakan untuk mengiinventarisasi daerah pariwisata dan menganalisis daerah unggulan untuk pariwisata, misalnya pemetaan persebaran pantai, membuat jalur menuju lokasi pariwisata, dan pemetaan potensi objek wisata pariwisata di suatu daerah.
3. Analisis Kesehatan Lingkungan menggunakan SIG
Pandemi Covid-19 yang meresahkan masyarakat dunia dewasa ini adalah musuh bersama yang perlu segera diatasi. Keberadaan Sistem Informasi Geografi dalam penanganan kasus kesehatan ini sungguh sangat dirasakan. Pemanfaatan peta sangat penting dalam upaya mengklasifikasi status daerah dikaitkan dengan pandemi ini. Bukan hanya peta, namun citra inderaja akan semakina kurat untuk memetakan suatu daerah dan dapat memberi simpulan status atau zona daerah tersebut untuk selanjutnya diambil kebijakan terkait dengan status daerah tersebut.
ketika citra fhoto udara menayangkan objek pemukiman padat penduduk dengan rumah yang kecil, maka sangat memungkinkan penyebaran virus lebih cepat dibanding dengan wilayah lainnya.
Selain itu, kecanggihan dari Sistem Informasi Geografi dapat dengan mudah mendeteksi seseorang terinveksi virus dengan aplikasi berbasis android. beberapa aplikasi yang mampu melacak dengan basis android misalnya Peduli-lindungi, Troce Together, Covi-19 Tracking, dll. Kalau selama ini mendeteksi penyebaran virus corona dengan format wawancara terhadap ODP atau PDP menanyakan dengan siapa selama ini melakukan kontak selama 14 hari terakhir, dengan aplikasi SIG berbasis android ini akan mendeteksi orang-orang disekitar individu (ODP/PDP) dengan cara mencari nomor telepon orang-orang dengan jarak tertentu dari pergerakan posisi telepon pasien.
Secara umum manfaat SIG dalam bidang kesehatan sebagai berikut :
- Menentukan distribusi geografis penyakit
- Menganalisis tren spasial dan temporal kondisi kesehatan di lingkungan masyarakat
- Memetakan populasi berisiko penularan penyakit
- Menentukan stratifikasi faktor resiko penularan penyakit
- Menyusun perencanaan dan penentuan fasilitas kesehatan
- Melakukan monitoring penyakit
Terima Kasih
Salam PAnTas
(Puang Andi Tasmira)


















0 Komentar