Resume Buku Menjadi Guru Super. (Sadiman).



 Judul Buku : Menjadi Guru Super 

Ditulis oleh Sadiman 

Penerbit : Bumi aksara

Alamat : Jl. Sawo Raya No. 18 Jakarta. 

Tahun Terbit : Oktober 2018. 

Jumlah halaman : 194 hal.


A.       Memulai dengan Rasa Syukur dan Bahagia

Penghasilan seorang guru dahulu tidak tinggi, Ditambah dengan banyaknya beban ekonomi keluarga, misalnya kontrakan rumah, kredit motor, anak yang sedang sakit dan lain sebagainya. Namun meski demikian, guru tetap harus berpenampilan prima didepan anak didiknya, para guru harus tetap memberikan senyum yang indah, memberikan kebahagian, dan memberikan kata-kata pujian kepada peserta didik. Memuji anak dikelas bukan hanya memberikan rasa bahagia kepada diri peserta didik, melainkan juga memberikan kebahagian kepada diri kita sendiri.

Kebahagian dimulai dari hati, keluar ke mulut dengan ucapan kata-kata yang indah, keluar pada pancaran dan kilauan mata. Kebahagian peserta didik akan keluar dari binaran mata penasaran, selalu merindukan guru hadir lebih cepat dikelas, dan menunggunya dengan rasa cemas dengan hati bertanya-tanya.

Apa yang kita jalani saat ini, itulah yang terbaik untuk kita yang diberikan oleh Sang Khalik Pengatur Nasib. Kita sebagai manusia terlahir sebagai super. Apapun keadaannya. Karena sejak di Rahim Ibu, kita adalah pilihan diantara jutaan sel sperma yang menghujam masuk ke Rahim ibu namun hanya satu yang berhasil menembs sel telur. Maka manusia yang terlahir merupakan manusia yang SUPER, manusia yang OKE dan manusia yang YES.

Kita mesti bersyukur telah terlahir sebagai seorang guru. Dengan banyak bersyukur maka rezeki kita akan terus mengalir. Berbahagialah dan syukurilah dengan menemui peserta didik di kelas-kelas dengan senyum bahagia, dengan rasa bangga, ikhlas dan dengan rasa mengabdi kepada bangsa. Jika kita memberikan yang terbaik kepada mereka, Insya Allah Tuhan yang Maha Rahman dan Rahim akan memberikan yang terbaik untuk kita.

 

B.        Modal Menjadi Guru Super Prima

Hal terpenting dalam hidup adalah harus memberikan kontribusi, sekecil apapun untuk dunia pendidikan, apalagi kita para guru. Kontribusi sekecil apapun merupakan lilin penerang di gelap gulitanya malam. Untuk itu jangan biarkan masa depan bangsa suram, dengan tidak berlaku baik dan berpartisipasi dalam dunia pendidikan.

Guru merupakan sosok panutan yang perlu dihargai sebagai professional sesuai dengan jasanya, karena gurulah yang membuka jendela membaca dunia. Guru dengan ketulusannya dalam mengajar, membimbing serta melatih seseorang untuk menjadi tauladan dan menjadi profesi yang sekarang kita jalani.

Buku adalah jendela dunia dan kuncinya adalah membaca. Hal ini harus terus digelorakan dalam diri setap guru. Apa yang terjadi jika guru tidak memiliki keterampilan literasi yang baik ?. kita sendiri yang akan kewalahan mengimbangi kemajuan tekhnologi dan sumber belajar yang biasanya lebih dikuasai oleh peserta didik.

Ilmu pengetahuan yang sangat diperlukan dalam abad milenial, agar dapat bersaing secara global adalah meliputi 4 hal, yaitu bahasa, matematika, tekhnologi informasi dan attitude. Pentingnya 4 kemampuan tersebut dapat diperoleh dengan program literasi sekolah.

Guru harus senantiasa meng upgrade kemampuannya dari Pentium ke Gigabyte atau Terabyte sehingga kemampuan diri untuk menginspirasi selalu meningkat. Untuk meng upgrade diri maka seorang guru haruslah banyak membaca / program literasi. Guru harus dekat dengan buku.

Profesi guru sangatlah istimewa. Karena guru mampu mendidik untuk melahirkan karakter seseorang. Begitu pentingya seorang pendidik sehingga ketika Jepang kalah dengan sekutu di tahun 1942 dimana dua kota yakni Hirosima dan Nagasaki hancur lebur oleh bom atom sekutu – maka kalimat pertama yang diutarakan oleh kaisar Hirohito menyaksikan tragedy itu adalah Ada berapa guru yang masih hidup ?. ini sebuah pertanyaan filosofi begitu pentingnya seorang guru sebagai pendidik yang akan menanamkan karakter kepada generasi bangsa. Tidak membuthkan waktu lama, Jepang kembali bangkit menjadi Negara Maju di benua Asia. Jepang menitikberatkan pada dunia pendidikan

Ada frame menyangkut guru di kalangan masyarakat sejak duli hingga sekarang, yakni guru itu serba bisa. Begitulah pandangan masyarakat terhadap profesi guru, sehingga tidaklah mengherankan ditengah masyarakat para guru menjadi pelopor dalam segala lini kehidupan. Guru dianggap mampu menyelesaikan suatu masalah.

Perkembangan IT sekarang yang semakin canggih membuat guru untuk senantiasa mengupgrade diri agar senantiasa tidak ketinggalan dengan kemajuan tekhnologi. Kalau dulu sumber belajar hanya terfokus pada buku dan sumber lain yang sifatnya print out (cetak) maka sekarang internet sebagai sumber belajar efektif dalam dunia pendidikan. Sehingga mengharuskan seorang guru untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Guru adalah komponen penting dalam proses pembelajaran  karena selain sebagai sumber belajar, juga sebagai motivator dan tenaga professional dalam proses pembelajaran. Guru harus menginspirasi, menjadi model, transfer of learn, transfer of knowledge dan juga agen of chank. Dengan beban berat itulah maka seseorang mesti memiliki kompetensi untuk menjadi seorang guru. Kompetensi guru itu adalah 1). kompetensi pedagogic (kemampuan dalam proses pembelajaran), 2) kompetensi kepribadian (berhubungan dengan pribadi guru), 3) kompetensi professional (kemampuan guru dalam menguasai dalam bidang yang diampuuhnya, 4) dan kompetensi social (guru harus bergaul dengan lingkungan baik disekolah maupun dengan masyarakat.   

Ada dua tugas utama guru yaitu mendidik dan mengajar. Mendidik lebih menekankan pada perubahan sikap dan tingkah laku. Sementera mengajar lebih menekankan pada transfer of knowledge. Pendidikan yang dikembangkan di Indonesia adalah pendidikan berkarakter, yang tidak melupakan budaya bangsa yang beraneka ragam. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, salah satu caranya adalah dengan memperbaiki pola mengajar dari guru, dimana pola-pola lama yang konvensional yang dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman diubah seperti misalnya yang dikembangkan saat ini adalah PAKEM atau PAIKEM. PAIKEM adalah proses pembelajaran Aktif, Interaktif, Kreatif, efektif, dan menyenangkan.   

Quantum Teaching adalah salah satu metode mengajar yang dikembangkan dewasa ini. Prinsip-prinsip dalam quantum teaching adalah segala nya berbicara (semua yang termasuk lingkungan belajar memberikan pesan tentang belajar), segalanya bertujuan (ada tujuan yang akan dicapai dari proses belajar, pengalaman sebelum  konsep (Konsep belajar itu berawal dari pengalaman), Akui setiap usaha ( setiap proses yang dialami oleh peserta didik mesti dihargai, dan dalam setiap pembelajaran yang layak dirayakan maka rirayakan.

Seorang guru mestilah menjadi guru prima. Ciri seorang guru prima adalah Penampilan meyakinkan, pembelajaran direncanakan dengan baik, Inspiratif, inovatif dan kreatif, mengajar dan mendidik secara professional, agama menjadi landasan disetiap kegiatan.

Untuk menyampaikan pesan dari guru ke siswa maka dibutuhkan media penyampai pesan, sehingga apa yang diharapkan kurikulum dapat betul betul sampai tanpa ada miss communication dalam proses penyampaiannya. Dewasa ini ada banyak media yang digunakan dalam proses pembelajaran, khususnya lagi pada masa pandemic ini dimana proses pembelajaran dilaksanakan secara daring (dalam jaringan)  dan luring (luar jaringan) maka seorang guru mesti pandai untuk memilih media yang cocok digunakan. Dalam hal proses daring, maka media berbasis digital adalah sebuah keharusan.

Dalam mengajar, maka segala yang ada di lingkungan kelas dapat dijadikan model untuk memudahkan kita menjelaskan satu materi ke siswa / peserta didik. Dengan praktek dan percobaan secara langsung meski itu sederhana maka proses pembelajaran lebih bermakna. Kreativitas dan inovasi seorang guru sangatlah diharapkan dalam mengorkestra kelas pembelajaran. Jadikan setiap pertemuan menjadi momen yang menarik dan tak terlupakan bagi siswa. Sehingga sampai kapanpun kita akan selalu dikenang oleh siswa.

Seorang guru dituntut untuk terus belajar demi perbaikan dan kualitas pembelajaran kedepan.Perubahan adalah suatu kemestian, dan perubahan itu hanya bisa dilakukan dengan belajar. Belajar tidak mengenal batas usia. Tidak ada kata terlambat dalam belajar.  

C.        BERUBAH PARADIGMA

Perubahan yang ada disekitar kita harus dijadikan sebagai momentum dan titik untuk mengikutinya. Telah banyak yang bisa dijadikan pelajaran betapa perubahan menjadi sebuah pilihan untuk tetap bertahan dan dapat eksis sampai saat ini. Guru harus membuka diri dari perubahan, baik perubahan diri maupun perubahan mainset. Menyeimbangkan antara otak kanan dan kiri dalam membangkitkan semangat belajar peserta didik.

Keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia mesti memberikan angin perubahan terhadap ketergantungan kita terhadap industri dari Negara luar. Mobil Esemka yang pernah muncul dan dikembangkan oleh pelajar SMK di Solo seharusnya ditanggapi serius oleh pemerintah dengan memberikan fasilitas baik regulasi, pemodalan maupun hal lainnya. Akan menularkan dan menjadi penggerak bagi SMK yang lain untuk memiliki produk-produk yang dapat mengangkat jati diri bangsa dan merubah pandangan bahwa kita hanya sebagai pemakai (konsumen) melainkan juga bisa menjadi produsen, dan itu dimulai dari SMK.    

Mengapa banyak pelajar Indonesia kurang berminat belajar IPA dan matematika, karena kecenderungan selama ini bahwa metode pembelajaran yang digunakan pada bidang studi IPA dan matematika adalah menggunakan otak kiri yang identic dengan prosedur baku, runtut, kaku dan monoton. Metode mengajar yang prosedural dan kaku inilah yang mesti dirubah sesuai dengan kreativitas dan inovasi guru.  Dalam proses pembelajaran yang menjadi pokok utama adalah materi yang kita sampaikan dapat dterima dengan baik oleh peserta didik.

Memilih jurusan pada jenjang SMA adalah hal yang mesti dilakukan oleh setiap pelajar SMA/MA. Di SMA, ada beberapa pilihan Jurusan yakni IPA, IPS, dan Bahasa. Kecenderungan selama ini bahwa yang memilih IPA biasanya anak yang cerdas dan senang menggunakan otak kiri. Sementara yang memilih IPS kecenderungannya anak yang santai, sulit diatur dan nyentrik. Dalam memilih jurusan, biarkan mereka menentukannya sesuai dengan kehendaknya. Setiap jurusan baik itu IPA ataupun IPS mempunyai peluang kerja yang sama. Malah peluang kerja anak IPS lebih besar ketimbang peluang kerja anak IPA. 

Kecenderungan selama ini, guru-guru banyak menggunakan otak kiri karena terlalu terpaku pada buku referensi yang dimilikinya. Sehingga para peserta didik menjadi malas belajar karena terlalu banyaknya aturan yang mesti dijalani. Olehnya itu diharapkan agar para guru untuk berusaha menggunakan banyak otak kanannya. Guru yang cenderung menggunakan otak kanan maka akan selalu berfikir positif, memandang masalah sebagai ujian untuk diselesaikan, bukan di tinggalkan. Setiap apa yang dihadapi bukanlah halangan tapi tantangan untuk lebih maju.

Seorang guru mesti menyeimbangkan fungsi otak kiri dan otak kanan. Ada banyak orang sukses karena mampu menyeimbangkan kerja otak kiri dan otak kanan. Ada banyak cara untuk melatih otak kanan berfungsi dengan baik seperti otak kiri kita.

Sebagai guru kita juga akan masuk surga, jika kita mengajar dan mendidik anak-anak kita dengan keteladanan, keikhlasan, ketulusan serta kesungguhan. Pendidikan dan pengajaran yang baik akan menghasilkan generasi yang kuat. Dengan mengajar dan mendidik yang baik sudah sepatutnya guru mendapatkan ganjaran yang setimpal pada saat diakhirat.

D.       Guru Pujangga Manusia

Ada tiga tipe guru menurut Munit Chatib, yakni Guru Robot, guru Materialisme, dan guru Manusia. Guru robot memiliki karakteristik hanya dating dan pulang ke sekolah sesuai dengan jadwal, sangat textbook dan selalu kaku dan menurut apa yang diperintah, tidak berinovasi, serta menunggu apa yang diperintahkan oleh atasan. Guru materialisme selalu memperhitungkan dengan untung rugi, selalu menanyakan ada honor apa tidak, dan berapa anggarannya. Semua dihitung seperti dagang. Sementara Tipe guru manusia adalah guru yang terkadang harus keras untuk mendisiplinkan siswa, terkadang menunjukkan perhatian yang luar biasa sebagai tanggung jawab atas tugas yang diembannya, tidak pernah bertanya tentang honor dan biaya yang diperoleh. Nah, sada di tipe manakah kita sebagai seorang guru ?.

Guru nol ada dua perspektif.  Perspektif pertama Guru nol adalah ketika seorang guru memiliki karakter yang tidak banyak berpengaruh, dan hanya berpengaruh pada saat dia sebagai pengali. Berapapun besar bilangan jika dikalikan dengan nol maka hasilnya adalah nol. Guru yang seperti ini adalah guru yang sulit berubah, meski berkali-kali ikut pelatihan dam semacamnya tapi tetap sama.

Perspektif kedua,adalah guru nol yang mampu mengelolah nol nya dengan baik sehingga bisa menjadi guru prima dan super. Menempatkan nol sebagai pemangkat, maka guru tersebut mampu menetralkan suasana, menimbang baik dan buruk, mampu memberikan ketenangan, serta mampu menentramkan hati teman dan peserta didik. Guru Nol ini mampu mencontoh orang lain yang lebih sukses dan menempatkan dirinya sebagai orang yang mau belajar dari orang lain.

Memberikan tugas kepada peserta didik saat ini secara rutin akan menyebabkan mereka terbiasa dengan penugasan sehingga kelak ketika dijenjang yang lebih tinggi mereka sudah tidak canggung dalam beberapa penugasan.

Guru imajiner yang dengan otak kanannya mampu menjadikan proses pembelajaran lebih menarik. Tidak bosan untuk membimbing peserta didik sampai menguasai pengetahuan dan apa yang diajarkannya. Mengajar dengan menggunakan IT akan lebih memudahkan seorang guru untuk melaksanakan  proses pembelajaran. Olehnya itu, seorang guru harus mampu menguasai IT untuk kelancaran PBM. Guru IPA mesti kreatif mampu menjadikan pelajaran IPAsebagai pelajaran yan menarik bagi siswa. Pergunakan Laboratorium berikut alatnya semaksimal mungkin untuk proses pembelajaran.

Kita harus belajar dari petani. Mereka tidak mengenal lelah, untuk bercocok tanam. Tentu, hasilnya bukan untu dinikmati sendiri, melainkan untuk dinikmati oleh banyak manusia. Agar tidak ada kelaparan. Meski harga pupuk mahal, mereka tetap menanam padi. Pola pikir para petani menggunakan otak kanan yang tidak pernah memikirkan untung dan rugi, selalu berfikir positif dan jauh dari prasangka buruk

Kepala sekolah yang bijak adalah kepala sekolah yang mampu memberikan solusi yang baik, solusi untuk semua guru dan jalan tengah yang baik.  Kemampuan ekonomi seorang guru sangat berpengaruh pada konsentrasi saat mengajar. Guru-guru dengan kecerdasan finansial berakibat pada ekonomi yang mantap dan akan lebih konsetrasi mengajar. Ia dapat membeli laptop tanpa mencicil, membeli buku dengan bebas, dan lainnya. Guru perlu memahami pengelolaan keuangan dan bagaimana menyisihkan penghasilannya.

Seorang guru harus mampu berlaku seperti orang tua  anak-anak dirumah. Perlakukan anak-anak disekolah dengan baik, seperti anak kita sendiri. Ikhlas dalam melakoni profesi sebagai pendidik.  Ada banyak sifat positif yang bisa didapatkan dari semut, yakni gotong royong, pekerja keras, suka membantu sesama, ramah dan setia kepada pimpinan.

Seorang guru haruslah memolakan hidup dengan teratur seperti lebah, sehingga mampu memberikan pencerahan kepada peserta didik dengan cara yang kreatif. Seorang guru sudah harus siap dikelas 10-15 menit sebelum pelajaran dimulai. Sehingga ada banyak kesempatan untuk menyiapkan diri dan perangkat termasuk bisa mengingat apa yang direncanakan sebelumnya. Jangan jadi guru On time – apalagi next time. Jadilah guru yang before time. Seorang guru harus mengubah paradigm berfikir negative menjadi positif, dari kiri ke kanan, dari olokan menjadi pujian, dari hukuman menjadi hadiah.

E.        Mari Belajar dari Contoh

Allah Swt telah menurunkan nabi dan Rasul yang sangat mulia dan  menjadi panutan yang memberi banyak contoh dan insiprasi bagi setiap manusia, terutama para guru. Rasulullah SAW sebagai guru terbaik sepanjang masa, yang dari nyalah lahir generasi yang luar biasa dalam ilmu pengetahuan. Yang dengan agama Islam yang disampaikan nya lah memberikan peranan yang sangat besar pada perkembanga filsafat dan ilmu pengetahuan.

Ki Hajar Dewantara, adalah sanga perintis pendidikan di Indonesia. Beliau adalah tauladan  seorang guru. Semboyan nya sampai sekarang masih digunakan yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangunkorso, Tut Wuri Handayani. Pak untung telah memberikan contoh kepada kita betapa keterbatasan fisik bukanlah menjadi penghalang  untuk berprestasi.

Dewi Sartika berjuang keras dalam mewujudkan pendidikan yang layak bagi kaum wanita, yang pada saat itu masih tidak mendapatkan pendidikan yang layak.

Kisah ibu Een menginspirasi kita bahwa apapun keterbatasan yang dimiliki, kita harus menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Keinginan yang kuat dan disertai dengan ikhtiar dan doa akan menuntun kita menjadi orang yang sukses. Seperti kisah Chairul Tanjung.

F.         Selami Modalitas Belajar Peserta Didik

Seorang guru harus mampu mengetahui modalitas belajar peserta didiknya. Setiap anak didik mempunyai kecenderungan modalitas berbeda sehingga membutuhkan media berbeda dalam menyerap informasi dan ilmu pengetahuan.  Seorang siswa yang memiliki modalitas visual berarti memiliki daya penglihatan yang baik, sehingga membutuhkan model  pembelajaran yang terkait dengan objek secara nyata.

Siswa yang memiliki modalitas auditorial berarti pendengaran yang baik, cenderung  mudah menangkap informasi melalui media suara. Modalitas Kinestetik Adalah pembelajar yang menyerap informasi melalui aktivitas gerakan fisik.

Untuk mengetahui modalitas belajar peserta didik, bisa dengan meggunakan kuesioner yang telah disusun untuk diisi oleh peserta didik.  Hal yang juga sangat penting dikuasai seorang guru adalah mengidentifikasi anak didik dengan cara melihat anak pada saat mereka bercerita. Posisi anak didik ketika berbicara punya makna masing-masing.

Anak didik memiliki angan yang tinggi, sehingga seorang guru harus memperlihatkan perhatian serius kepada mereka agar mereka merasa mendapatkan perlakukan yang baik dari lingkungannya. Mari memberikan kebaikan kepada anak didik dengan mengajar penuh dengan keikhlasan dan penuh keindahan.

Memperlakukan anak dengan baik, mendidiknya dengan baik berarti menyiapkan masa depan yang baik untuk mereka dan Negara.

G.       Melejitkan Prestasi Dengan karakter

Bekali peserta didik dengan keimanan, karena orang beriman akan menyebar kebaikan, menyebar kedamaian, dan menyebar persatuan.  Dalam hidup perubahan adalah sebuah keniscayaan. Mari berubah mulai dari diri sendiri, asah bakat yang kita miliki untuk masa depan yang lebih baik.

Membudayakan literasi ditengah tengah kehidupan adalah suatu hal yang baik untuk mewujudkan tatanan pendidikan yang sudah tentu baik.  Otak kanan berkaitan dengan sifat dan afektif peserta didik. Seorang guru yang menggunakan otak kanannya  akan menjadi guru yang kreatif, guru yang super dan guru yang excellent. Dengan otak kanan, maka akan mewujudkan sesuatu yang abstrak menjadi kongkrit dan nyata. Guru harus memberikan impian dan insiprasi bagi peserta didiknya.

Kurikulum berbasis kompetensi  bertujuan agar mampu melahirkan generasi muda yang mumpuni diberbagai bidang. Pendidikan ekonomi kreatif lebih mengarah kepada proses pembelajaran dengan melibatkan tiga ranah, yaitu kognitif, psikomotik dan efektif.  Seorang guru harus mampu mengajar dengan menggunakan konsep CTL , dimana guru mampu mengaitkan materi dengan situasi dunia nyata serta mendorong peserta didik untuk menerapkan ilm , dimana guru mampu mengaitkan materi dengan situasi dunia nyata serta mendorong peserta didik untuk menerapkan ilmu yang didapatkan dikehidupan nyata.

Lingkungan sekolah merupakan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh seorang guru secara optimal. Membuat kelas berjalan adalah salah satu metode yang baik untuk diaplikasikan sehingga peserta didik tidak jenuh di dalam kelas yang sama tiap harinya.

Guru memiliki kebebasan untuk mengatur kelasnya sesuai dengan keinginan dan ciri khas guru.  Pihak sekolah harus bisa merancang sedemikian rupa agar lingkungan nyaman dan memberi manfaat bagi peserta didik.  Pendidikan karakter merupakan nilai-nilai implisit dan eksplisit yang secara keseluruhan menitikberatkan pada nilai-nilai afektif atau sikap peserta didik.

H.       Renungan Diri

Doa adalah obat, penyembuh dan jalan terbaik. Seorang guru yang super senantiasa mendoakan anak didiknya semoga bisa menjadi kebanggaan baik keluarga, masyarakat, agama dan Negara. Setelah berdoa, maka seorang guru mestilah berupaya agar doa-doanya terkabulkan dengan cara ikhtiar atau berusaha sesuai dengan prosedur dan proses pembelajaran yang benar. Bersedakahlah dengan apa yang kita miliki, bersedekagh dengan ilmu kita, dimana saja kita sempat mendermakan ilmu kita.

Landasilah semua doa, ikhtiar dan sedekah dengan cinta, bukan rasa benci, dendam, apalagi sombong. Kekuatan cinta akan membentuk rasa syukur yang sangat dalam, baik jiwa maupun raga. Kekuatan dari semua itu adalah keikhlasan kita berbuat baik untuk mendidik anak didik kita. 


Posting Komentar

0 Komentar