KERAGAMAN BUDAYA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL

 

Sumber : Dokumentasi MAN 1 Bulukumba saat kegiatan Pentas Seni 2022

Indonesia adalah satu negara yang majemuk dari segi suku bangsa. Jumlah penduduk Indonesia diakhir tahun 2021 mencapai angka 273 Juta Jiwa (Sumber : Kemendagri, Februari 2022 melalui link https://databoks.katadata.co.id). Propinsi yang paling banyak penduduknya adalah Jawa Barat dengan populasi 48,22 Juta jiwa, disusul jawa Timur 41,06 juta jiwa, Jawa Tengah 37,31 Juta Jiwa, dan Sumatera Utara dengan 15,24 Juta Jiwa. 

Sementara Propinsi yang paling sedikit penduduknya adalah Kalimantan Utara dengan populasi hanya 697,99 ribu jiwa, setelahnya ada Papua Barat dengan 1,15 Juta jiwa dan Gorontalo dengan 1,2 Juta jiwa.   

Penduduk yang tersebar di seluruh Nusantara ini mendiami wilayah dengan karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini tentunya didasari dari geomorfologi Indonesia mulai dari pegunungan, hutan, pesisir pantai, dataran rendah, pedesaan sampai perkotaan. Karakteristik wilayah yang berbeda ini tentu akan menghasilkan pola kehidupan yang berbeda pula. Maka dapat dibayangkan keragaman budaya masyarakat Indonesia ini baik dari segi suku bangsa, adat istiadat, sistem kepercayaan, sistem kekerabatan dan lainnya. Keragaman budaya ini lalu kemudian diikat dengan semboyang Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi terbungkus kedalam satu kesatuan yaitu Negara Indonesia. 

KERAGAMAN BUDAYA NUSANTARA

1. Pengertian kebudayaan 

Istilah kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah. Ini merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal- hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut sebagai culture. Culture berasal dari kata Latin cultura sebagai kata benda dan sebagai kata kerja adalah colere dan colo. Kata tersebut mempunyai arti mengolah tanah atau bercocok tanam atau bertani. Dari sini kernudian berkembang artinya sebagai segala daya upaya manusia untuk mengolah tanah dan mengubah wajah alam.

Beberapa defenisi kebudayaan menurut para ahli dapat diutarakan seperti berikut ini :

a. Koentjaraningrat ;

Menurut Antopolog Indonesia Koentjaraningrat, Pengertian kebudayaan secara umum adalah sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia yang di dalam kehidupannya yang bermasyarakat.

Selain itu Koentjaraningrat juga mendefinisikan budaya lewat asal kata budaya dalam bahasa Inggris yaitu "colere" yang kemudian menjadi "culture" dan didefinisikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam

b. Soerjono Soekanto 

Soerjono Soekanto merupakan seorang sosiolog. Ia menjelaskan pengertian kebudayaan secara umum adalah sebagai sesuatu yang mencakup semua yang didapat atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat

C.Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi

Pengertian kebudayaan secara umum adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat.

d. Edward B. Taylor

Pengertian kebudayaan secara umum adalah keseluruhan yang kompleks termasuk di dalamnya pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat dan segala kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai seorang anggota masyarakat.

e. Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara menjelaskan pengertian kebudayaan secara umum adalah sebagai buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam. Hal itu merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan. 

f. Louise Damen

Louise Damen menulis dalam bukunya Culture Learning: The Fifth Dimension in the Language Classroom, bahwa pengertian kebudayaan secara umum adalah mempelajari berbagi pola atau model manusia untuk hidup seperti pola hidup sehari-hari. Pola dan model ini meliputi semua aspek interaksi sosial manusia. Budaya adalah mekanisme adaptasi utama umat manusia. 

g. Ralph Linton

Seorang Antropolog Amerika di abad 20an, Ralph Linton menjelaskan pengertian kebudayaan secara umum dalam bukunya The Cultural Background of Personality. Menurutnya pengertian kebudayaan secara umum adalah susunan perilaku yang dipelajari dan hasil perilaku yang elemen komponennya dibagi dan ditularkan oleh anggota masyarakat tertentu. 

h. William H. Haviland

Menurut William H. Haviland, pengertian kebudayaan secara umum adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat. Jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat diterima oleh semua masyarakat.

i. Kluckhohn dan Kelly 

Menurut Clyde Kluckhohn dan William Henderson Kelly dalam bukunya The concept of culture, pengertian kebudayaan secara umum adalah semua rancangan hidup yang diciptakan secara historis baik secara eksplisit, implisit, rasional, irasional, dan nonrasional, yang ada pada waktu tertentu sebagai panduan potensial dalam perilaku manusia.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat

 2. Komponen Budaya 

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: 

a. Kebudayaan material 

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi, seperti mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci. 


                      Badik Makassar, Sumber : https://www.makassarguide.com/

b. Kebudayaan nonmaterial 

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional. 


                            Tarian Adat Kajang Pabbitte Passapu (Sumber : https://www.antarafoto.com )

    3. Unsur Kebudayaan 

Ada tujuh unsur kebudayaan yaitu; 

a. Sistem aneka ragam bahasa 

b. Sistem teknologi dari yang sederhana ke canggih 

c. Organisasi sosial 

d. Sistem pengetahuan 

e. Sistem mata pencaharian 

f. Sistem relegi (kepercayaan keagamaan) 

g. Sistem kesenian Unsur kebudayaan pembentuk kepribadian nasional Indonesia, 


4. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Keragaman Budaya di Indonesia 

Berikut ini faktor yang mempengaruhi keragaman budaya di Indonesia :

 a). Faktor Geografis

  • Lokasi ; Merupakan suatu tempat dalam suatu wilayah penting. Demikian ada unsur relasi keruangan yang lain seperti posisinya, jaraknya dari tempat lain. Lokasi itu sendiri memiliki luas serta bentuk yang ada artinya bagi persatuan bangsa, perkembangan ekonomi atau kontak dengan wilayah lain secara kultural maupun politik. Suatu negara yang lokasinya baik bagi perniagaan dunia atau strategi perang dapat saja dengan mudah terancam oleh berbagai bencana perang. Letak Geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera Sehingga Indonesia menjadi jalur lalulintas laut dari sejak dulu. Sebagai jalur lalu lintas laut, maka akan banyak negara-negara asing yang datang ke wilayah Indonesia. Kondisi ini akan menambah kekayaan budaya akibat adanya percampuran budaya asing. 
  • Jenis Iklim ; Jenis iklim dapat menentukan hasil pertanian. Daerah tropis yang baik untuk perkebunan. Iklim yang berbeda atara daerah yang satu degan daerah lainnya akan menimbulkan kondisi alam yang berbeda. Kondisi ini membangun pola perilaku dan sistem mata pencaharian yang berbeda. Akibatnya terjadi keragaman regional antar daerah di Indonesia
  • Bentuk Relief : Bentuk relief juga mempengaruhui bentuk pelaksanan pengakutan. Perbedaan relief yang menonjol juga menentukan perbedaan suhu tahunan, keindahan tamasya dan pembuangan air (adanya rawa-rawa, danau, bendungan).
  • Tipe Tanah ; Tipe tanah menentukan kesuburan wilayah, tanah berkapur membentuk daerah yang kurang produktif sehingga penduduknya kurang berpenghasilan dan wilayahnya kurang padat. Tanah yang subur akan lebih menarik bagi penduduk sehingga menyebabkan wilayah yersebut memiliki kepadatan penduduk yang cenderung tinggi.  
  • Jenis Flora dan Fauna ; Faktor ini juga mempengaruhui kegiatan ekonomi manusia serta mutu pangannya. Seperti Maluku dengan kekayaan lautannya dan tanaman sagunya
  • Kondisi air ; Faktor ini juga menentukan dapat tidaknya suatu wilayah dihuni ddengan baik sehingga merupakan kunci bagi lahirnya peradaban manusia
  • Sumber-sumber mineral ; Sumber mineral merupakan segala pontensi alam berupa bahan galian yang terdapat pada perut bumi yang diperoleh melalui peroses pertambangan (eksplorasi). Indonesia memiliki kekayaan bahan mineral yang terdapat di daratan atau di dasar laut karena didukung oleh kondisi geografisnya. Persebaran jumlah dan jenis sumber daya mineral tidaklah merata, hal ini tergantung kepada faktor kondisi pada setiap daerah
  • Kontak dengan lautan ; Kontak dengan lautan ini sangat penting bagi peradaban manusia. Daerah yang berada di persisir lebih cenderung maju, karena di sana terjadi interaksi dengan wilayah-wilayah lainnya. 
b). Faktor Sejarah Indonesia 

Berdasarkan faktor sejarah, keberadaan suku bangsa di Indonesia perlu dikaji melalui pendekatan zaman. Dalam hal ini, pendekatan zaman yang dipakai terbagi dalam dua bagian, yaitu :

Zaman Es
Pada zaman es, daerah di wilayah Indonesia terdiri atas Paparan Sunda (Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali)  dimana daerah tersebut terhubung dengan Asia Kontinental dan dataran Sahul (Pulau Papua dan pulau kecil disekitar Papua) yang terhubung dengan Australis. Setelah zaman es berakhir, terdapat dua ras manusia di Indonesias yaitu Ras Mongoloid (bagian barat Indonesia) dan Ras Austroloid (bagian timur Indonesia).

Tahun 2000 SM sampai awal abad ke - 20 
Pada tahun 2000 SM sampai awal abad ke 20 terjadi gelombang imigrasi penduduk diberbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Adapun gelombang imigrasi yang masuk ke wilayah Indonesia adalah sebagai berikut : 

  1. Ras Negroid ; Merupakan ras yang termasuk padagelombang migrasi penduduk yang pertama. Ras ini memiliki karakteristik berupa kulit hitam, bertubuh tinggi, danberambut keriting. Ras ini datang dari benua Asia, mereka mendiami Pulau Papua
  2. Ras Weddoid ; Merupaka ras yang masuk dalam gelombang migras penduduk yang kedua. Ras ini memiliki karakteristik kulit hitam, bertubuh sedang, dan rambut keriting. Ras ini datang dari India bagian Selatan, mereka mendiamiKepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur(Tepatnya di Kupang)
  3. Ras Melayu Tua (Proto Melayu) ; Merupakan ras yang masuk pada gelombang migrasi yang ketiga. Ras ini memiliki karakteritsik berupa kulit sawo matangm bertubuh tidak terlalu tinggi, dan rambut lurus. Ras ini datang dari Tiongkok Bagian Selatan (Yunan), mereka mendiami Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Maduram Kalimantan, Sulawesi dan NTB.   
  4. Ras Melayu Muda (Deutro Melayu) ; Merupakan ras yang masuk pada gelombang migrasi penduduk keempat. Ras ini memiliki karakteritisk berupa kulit sawo matang agak kuning, bertubuh tidak terlalu tinggi, dan rambut lurus. Ras ini datang dari Semenanjung Malaya, mereka mendiami Pulau Sumatera, Kalimantan (Dayak), dan Sulawesi. 



5. Keanekaragaman Budaya Tiap Pulau Di Indonesia 

Berikut ini diuraikan keanekaragaman budaya yang ada di Pulau besar di Indonesia 

a. Pulau Sumatera

Sumatera merupakan pulau yang memiliki sejumlah suku-suku atau kebudayaan-kebudayaan besar yang mempunyai ciri khas tradisional. Ada 66 suku bangsa yang terdeteksi terdapat di Pulau Sumatera dan sekitarnya, dengan 38 jenis bahasa yang digunakan. Suku bangsa yang ada di Pulau Sumatera diantaranya adalah Simulue, Gayo, Minangkabau,  Batak, Palembang, Kerinci, Anak dalam, dan Karo. 

Senjata tradisional yang terkenal di Pulau Sumatera diantaranya Rencong dari Aceh, Badik Kerambit dari Minangkabau, Pisau Gaja Dompak dari Batak, Kudhok dari Sumatera Selatan, Tumbuk Ladak dari Jambi, Taji ayam dari Lampung (Sumber : medan.kompas.com).

Kudhok, Sumber : https://medan.kompas.com/



Pisau Gajah Dompak, Sumber : https://medan.kompas.com/



Pisau Kerambit, Sumber : https://medan.kompas.com/


Rencong Aceh, Sumber : https://medan.kompas.com. 

Ada lima tradisi yang terkenal di Pulau Sumatera, yaitu :

1). Tradisi Mangongkali Holi di Sumatera Utara, 

"Mangongkal” dalam bahasa Indonesia artinya menggali, sedangkan “Holi” artinya tulang, sehingga mangongkal holi adalah menggali tulang – dalam hal ini menggali kuburan manusia untuk memindahkan tulang orang yang sudah lama meninggal dunia ke kuburan baru. Menurut kepercayaan, orang yang telah meninggal dunia, maka bukanlah “tiada” melainkan mereka menuju ke proses yang sempurna di alam keabadian dan berkumpul dengan arwah satu keluarga. Sehingga dengan adanya kepercayaan yang telah turun temurun, maka etnis Batak pun melakukan prosesi upacara Mangongkal Holi. Seringkali, Mangongkal Holi, bukan hanya sekeda memindahkan ke kuburan yang baru, tetapi membuat “Tugu Marga” (Sumber : https://www.shopback.co.id) 

2). Tradisi Upacara Belin
Upacara Belian ini adalah upacara untuk tolak bala, yang pada umumnya ditujukan untuk 4 hal, yaitu mengobati orang sakit, membantu orang hamil yang ditengarai sulit melahirkan, mengobati kemantan dan menolak wabah penyakit. Suku yang masing melaksanakan upacara adat ini adalah suku Petalangan yang merupakan suku terbesar di Riau. Upacara inidigelar biasanya pada malamhari,dirumah orang yang sakit, atau dirumah adat yang besar sehingga banyak warga suku yang hadir. 


3). Tradisi Nganggung - Banga Belitung
Adat Nganggung, adalah tradisi masyarakat Kabupaten Bangka. Yaitu setiap keluarga membawa 1 dulang dengan isi berbagai penganan yang tertutup tudung saji. Karena setiap keluarga membawa dulang, maka adat Nganggung juga disebut dengan adat Sepintu Sedulang. Nama Sepintu Sedulang kemudian menjadi nama lain dari kabupaten Bangka, yakni bumi Sepintu Sedulang. 

4). Tradisi Ngobeng - Palembang 
Ngobeng merupakan tradisi makan bersama warisan budaya leluhur. Tradisi itu, kini mulai jarang dijumpai karena masyarakat lebih memilih menjamu tamu dengan prasmanan. Padahal, “ngobeng” sangat dalam maknanya, yaitu untuk menghargai tamu dan mempererat silaturahmi. Ketika masuk rumah, tamu langsung disiapkan air untuk cuci tangan dan kemudian menuju hidangan. Satu hidangan dengan menu beragam, akan disantap oleh delapan orang. Biasanya nasi minyak adalah santapan utama yang dilengkapi dengan opor ayam, gulai kambing dan daging sapi masak malbi, Kadangkala ditambahkan acar dan tumisan buncis yang diberi santanserta sambal nanas. Makanan penutupnya adalah srikaya, yang dibuat dari campuran telur, santan dangula yang diberi pewarna dari perasaan daun suji.  

5). Tabuik - Sumatera Barat 
Upacara Tabot atau Tabuik adalah tradisi masyarakat di Bengkulu dan di pantai barat Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam untuk memperingati kematian cucu Nabi Muhammad, Husein. Tabuik berasal dari bahasa Arab Melayu yang berarti tabut atau peti atau biasa disebut dengan keranda yang dihiasi bunga-bunga dan kain warna-warni yang diarak keliling kampung dan terakhir dilarung di laut. Tradisi ini bersifat kolosal, karena melibatkan banyak orang, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan tahap akhir puncak acara.  
Sumber : https://www.shopback.co.id

Sistem kekerabatan terlihat dalam sistem marga pada suku Batak di Sumatera Utara yang bersifat Patrilineal, yaitu mengambil garis keturunan dari pihak Ayah. Namun, di suku Minangkabau bersifat matrilineal, yaitu mengambil garis keturunan dari pihak ibu.  
Rumah adat di Pulau Sumatera adalah rumah krong bade dari Aceh, Rumah Bolon Sumatera Utara, rumah gadang Padang, rumah adat Selaso Jatuh kembar dari Riau, Rumah atap limas potong dari Kepualaun Riau, Rumah bubungan lima dari Bengkulu, rumah panggung Jambi, Rumah Limas Sumatera Selatan, Rumah nuwo sesat dari Lampung, Rumah rakit dari Bangka belitung. (Sumber : https/www.katadata.co.id)  

Rumah Gadang, Sumber : https://hot.liputan6.com/

b. Pulau Jawa 

Wilayah di Indonesia yang paling padat penduduknya adalah Pulau Jawa. Ada beberapa alasan sehingga pulau Jawa lebih padat penduduknya ketimbang pulau lainnya, yaitu ; Pulau Jawa merupakan pusat pemerintahan sejak zaman dahulu, Memiliki fasilitas yang lengkap, sebagai Pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan. Maka tidaklah mengherankan, ada berbagai suku bangsa berbondong-bondong datang ke Pulau ini dengan tujuan memperbaiki kesejahteraan hidup. Namun demikian, masyarakat Pulau Jawa masih dapat mempertahankan kebudayaan asli mereka. 

Ada 6 senjata tradisional Pulau Jawa, yaitu Keris, tombak, celurit, Kujang, Golok Betok, dan Congkrang. (Sumber :https://yogyakarta.kompas.com/)


 Celurit. (Sumber ; Yogyakarta.Kompas.Com)


Congkrang. (Sumber : Yogyakarta.kompas.Com)

Golok Betawi. (Sumber : Yogyakarta.Kompas.Com)

Kujang Jawa. (Sumber : Yogyakarta.Kompas.Com)

Beberapa suku bangsa yang ada di Pulau Jawa adalah Sunda, Madura, Betawi, Jawa, Tengger. Baduy, Bawean, Kangean, dan Osing. 

Kesenian pertunjukan yang ada dipulau Jawa seperti Tari Topeng, Tari Sintren, Tari Jaipong, Tari Merak, Wayang  Golek, Sisingaan, Tari Topeng, Lenong, Tari gambyong, Tari bedaya ketawang, tari rampak beduk, Seni Debus, Tari Serimpi,Sendratari Ramayana, Wayang Kulit, Kuda Lumping, dan Reog Ponorogo.  Alat Musiknya antara lain angklung, Calung, Kecapi, Suling, Terbang, Gambang, Kromong dan Gamelan. 
Tari Jaipong. (Sumber : https://www.freedomsiana.id)

Tari Sintren (Sumber : https://gasbanter.com)

Sistem Kekerabatan masyarakat Jawa umumnyta bersifat bilineal, yaitu mengambil garis keturunan baik dari pihak ayah maupun ibu.Senjata tradisional khas yang ada di Pulau Jawa yaitu Kujang, Golok, dan Keris. Rumah Tradisional di Pulau Jawa, yaitu rumah Kasepuhan, Rumah Panggung Julang Ngapak, Rumah Bapang, dan Rumah Joglo.  

C. Pulau Kalimantan

Pakaian Adat Kalimantan. (Sumber : https://www.amazingborneo.id)

Terdapat banyak suku yang menghuni pulau besar ini. Tidak hanya suku dayak yang sudah dikenal banyak masyarakat. Banyak suku lainnya yang dari dulu menghuni pulau Kalimantan yang berasal dari aneka rumpun juga. Suku-suku tersebut diantaranya: Suku kutai, - Suku banjar, Suku berau, Suku bajau, Suku paser, Suku tunjung, Suku benuaq, Suku bentiaq, Suku bukat, Suku busang, Suku ohong, Suku penihing, Suku punan, Suku modang, Suku basap, Suku punan sului, Suku punan beketan, Suku punan murut, Suku badeng, Suku bakung, Suku merab, Suku wehea, Suku kenyah, Suku kayan, Suku umaq, Suku lapo. 

Sisa sejarah Kalimantan menghasilkan senjata yang amat sakti dan masih memiliki unsur magis yang sangat kuat. salah satunya ada senjata Mandau yang terkenal saktinya. Biasanya digunakan untuk ritual adat seperti perang, pengayauan(pemenggalan kepala musuh), perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara adat. Mandau di percaya akan bertambah kesaktiannya jika semakin banyak kepala yang di penggal olehnya. Dengan berkembangnya zaman, sekarang Mandau hanya digunakan untuk berburu, memangkas semak, dan sebagai hiasan dinding saja. Selain Mandau, senjata tradisional di Kalimantan diantaranya Parang Kemudi Singkir, Sungga, Keris Kuningan Dewa Huti, Bujak, Gayang, Sumpit, Talawang, Lonjo, Dohong. (Sumber: https://www.ngopibareng.id)

Mandau, (Sumber : https://www.ngopibareng.id) 

Sunggah, (Sumber : https://www.ngopibareng.id/) 

Sumpit, (Sumber : https://www.ngopibareng.id)

Memang rumah di sana unik sekali, memiliki bentuk yang unik menjadikan penasaran banyak orang mengapa membuat rumah seperti itu? Rumah adat di Kalimantan disebut dengan “Rumah Betang” kebanyakan rumah betang ini di diami oleh para suku dayak yang banyak ditemui di sana.bentuknya memanjang dengan bagian hulu searah dengan matahari terbit dan hilirnya searah dengan matahari terbenam.

Tarian di setiap daerah pasti berbeda-beda sesuai dengan adat yang ada di sana. Di kaimantan pun juga banyak terdapat tarian daeras setempat yang sangat kental dengan unsur kebudayaan mereka. Ada banyak tarian yang terdapat di tanah Kalimantan ini, diantaranya tarian baksa kembang, tari tambun sungai, tari baleen dadas, tari gong, dan tari perang. Tentunya masing-masing tarian ini memiliki ciri khas yang unik sehingga membuat orang selalu penasaran untuk melihatnya.


D. Pulau Sulawesi


 Rumah Adat Ammatowa Kajang , (Sumber : Koleksi Pribadi)

Suku bangsa yang ada di Pulau Sulawesi terdapat sekitar 120 suku bangsa. Suku bangsa tersebut diantaranya adalah Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Dale-Dale, Dampelas, Bingi, Bintauna, Mekongga, Pakambia, Patapa, Pamona, Tokalompi, Tolaki, Tolampung, dan masih banyak lagi yang lainnya. 


Salah Satu bentuk mencintai kebudayaan lokal adalah dengan menggunakan kostum adat Kajang pada perayaan HUT Kabupaten Bulukumba di Tahun 2021 yang lalu pada semua instansi termasuk di MAN 1 Bulukumba. (Sumber : dokumentasi Pribadi) 


Bahasa yang digunakan diantaranya adalah bahasa Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Tondano, Sangir, Siau, Talaud, Bolaang Mongondaw, Kaili, Tolaki, Muna.

Senjata Tradisional di Sulawesi diantaranya adalah Badik, bessing, bessing banranga, tappi, kanna, Pantu, Kawali, Waju rante, Tado. (Sumber : https://kumparan.com).

Badik. (Sumber : https://kumparan.com/)
Badik Bugis Makassar. (Sumber : https://www.silontong.com)

Kesenian pertunjukan dari Sulawesi diantaranya, Tari Pakarena dari Bugis Makassar, Tari Pabbitte Passapu dari Kajang Sul-Sel, Tari Katrili dari Minahasa, Tari Gunde dari Sangihe, Tari Tumatenden dari Minahasa, Tari Kabasaran dari Minahasa, Tari Mahambak, Tari Bulu Londong dari Mamasa, Tari Patuddu dari Sulbar, Tari Toerang batu dari Sulbar, Tari Pagellu dari Toraja, Tari Pamonte, tari Pontanu dari Sulteng, Tari Dingu dari Sulawesi Tenggara, Tari Malulo dari Tolaki, dan lainnya.(Sumber : http://tradisional18.blogspot.com). 

Tari Pabbitte Passapu dari Kajang (Sumber : https://www.antarafoto.com)

Tari Pagellu. (Sumber : https://disbudpar.sulselprov.go.i)

E. Pulau Papua dan Sekitarnya

Pakaian Adat Papua. (Sumber: https://nasional.kompas.com)

Papua adalah pulau terbesar dan dengan jumlah suku bangsa terbanyak. Ada sekitar 171 suku bangsa yang ada di Pulau Papua diantaranya ;Seget, Sekar, Seko, Sela,Semimi, Sempan, Sentani, Abau, Aikwakai,Airoran, Amanab, Ambai, Amberbake, Amungme, Arandai, Arfak, Arguni, Asmat,Atam, Atori, Awyi, Awye, Anyamaru, Ayfat, Baham, Banlol, Barau, Bas,Bauzi, Marengge, marind Amin, Mawes, Mekwai, Minonggo, dan Meoswar.

Bahasa Yang digunakan sangat beragama sesuai dengan banyaknya suku bangsa antara lain sentani, Serui, Biak,Arfak,Asmat, Ekari, Nayak, dan Ayamaru. 
tarian khas papua. Sumber : https://kumparan.com/)

Tarian khas Papua diantaranya Tari Suanggi, Tari Awaijale Rilejale, Tari Aluyen, Tari Musyow, Tari Sajojo, Tari Aniri, dan tari afaitaneng. 
 
Panah Papua. (Sumber : https://tambahpinter.com)

Senjata tradisional Papua yaitu Pisau Belati Papua, Perisai Perang dan Panah. Rumah adat papua disebut Honai, rumah Kariwari, dan Rumah Sram. 

 F. Pulau Bali dan Nusa Tenggara

Keunikan budaya Bali. (Sumber : https://tambahpinter.com/)

Suku Bangsa yang ada di Bali dan Nusa Tenggara berjumlah 47 suku bangsa, diantaranya Abui, Adabe, Alor, Alune,Helong, Idate, Ilimano, Kairuni,Karera, Kedang, Nagu, Keo, Naueti, Ngada, Nuaulu, Sasak, Sawu, Sikka, Atoni, Bajawa, Bali, Bali Aga, Belu, Bima, Dawan, Dompu, Gaura, Hahak, Kupang dan Lakalei. 

Keunikan Suku Alor (Sumber : https://tambahpinter.com)


Tari Sasak. (Sumber : https://tambahpinter.com/)

Bahasa yang ada di Pulau Balu dan Kepulauan Nusa Tenggara yaitu terdapat bahasa Bali, Rote, tetun, Samawa, Kupang, Sabu, Flores, dan Bima. 

Alat Musiknya Gamelan, Sasando, Foy Doa, dan Knobe Khabates. 

Alat Musik Sasando, (Sumber : https://www.tribunnews.com)

Senjata Tradisional yaitu Keris dan Sundu, Rumah Adatnya adalah Rumah adat Bali, Sasak, dan Rumah Sao Ata Musa Lakitana

Rumah Adat Musalakita NTT. (Sumber : https://www.rumah.com)

Posting Komentar

0 Komentar