Fitra yang hakiki
DI LAHARRE DESA BONTO BIRAENG KEC. KAJANG
Oleh ; Andi
Muhammad Tasmira, S.Pd
Kaum Muslimin dan Muslimah Yang
Berbahagia
Alhamdulillah,
Inni Alloa Rie Maki Massing Ampatami Allo MALABBIRIA IYAMINTU HARI RAYA IDUL
FITRIH 1 SYAWAL 1438 H. I gitte ngasekna ummat SALLANGNGA berkumpul rahanganna Langi’a nu talammakea
benteng, , rateanna tompokna linoa nu sanna luarakna, dihempas angin lembut
yang berhembus, embun yang bergantung diujung dedaunan ikut bertakbir. Gemuruh Takbir, Tahmid,
dan Tahlil menyentuh relung hati kita yang terdalam. Dengan lisan yang gemetar
hati yang cemas mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai tanda pisah
kita dengan bulan Ramadhan. kini
bulan yang menjanjikan kebaikan 83 tahun dalam rahim Lailatul Qadar telah pergi
meninggalkan kita. Tiada kata pamit yang paling serasih, kecuali,’Marhaban
Ya Ramadhan ,Allahumma Ballighna Fiy Ramadhan ’ pergi serta datang
lagi bersama Idul Fitri.
Di
sisi lain,terjadi sesuatu yang sangat mengharukan. Diantara jamaah kita, ada
yang telah mendahului menghadap Allah swt, meninggalkan kita semua. Kisaile
sai ri sakringta, kihojai ri dallekanta, ri bokoanta, assa’ rie tau kihoja,
apaka Tau Toata, boheta, buruknenta, bahinenta, anakta iareka bija
pammanakangta – yang ri pallappasang taung rioloa, riekijiki siurang allappasa,
mingka kunni – kunnina anrekmi – ammailangmi rianja – adongkomi ri tubung –
tubungna – ripammasena Kr. Allahu Taala. Melalui moment ini mari kita doakan
russana sallangta yang telah meninggalkan kita semoga mendapatkan tempat yang
layak disisi Allah SWT.
Ada pula yang sudah susah payah
melangkahkan kakinya menuju lapangan tempat kita shalat, bahkan ada pula yang
kini berbaring ditempat tidurnya karena na
tabai garring.
Maka mari
kita nyatakan rasa simpati dan turut merasakan penderitaan mereka. Nasaba
injo nikuayya Rupa Tau – adalah makhluk sosial yang harus selalu peka terhadap
kehidupan sekitar;
ALLAHU AKBAR 3 X WALILLAHIL
HAMD.
Idul
fitri mengandung makna kembali kepada fitra, yaitu kesucian jiwa. manusia Adalah
mahluk Allah yang diciftakan dalam fitra, yang dalam dirinya tertanam kemampuan
dasar untuk senantiasa cenderung berpihak
pada kesucian, kebajikan dan keindahan. inilah makna dasar dari ikrar
sumpah yang diucapkan oleh setiap anak cucu Adam as, ketika masih berada
didalam arwah(QS.AL-A’raf(9):172)
أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ
قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ
هَذَا غَافِلِينَ
Namun setelah ia lahir kedunia,
fitrahnya mulai ternoda oleh berbagai kejahatan, kepalsuan dan keburukan
.Noda-noda inilah yang harus dibersihkan melalui shalat, puasa, zakat, haji,
istigfar, agar fitrah rohani kita tetap memancarkan sinar spiritual.
Qalbu
yang suci menjadikan lebih dekat dengan Allah, dan merasakan Allah swt selalu
hadir memeluk dengan Rahmad-Nya, sehingga hati dan jiwa kita merasaka aman dan
tentram, rasa damai dan sejuk, bebas
dari rasa cemas dan was-was dalam menghadapi gelombang kehidupan yang penuh
dengan ketenangan Allah swt berfirman
dalam QS.At-Talaq(65);2-3
ومن يثق الله يحعل له مخر جا ֍ ويرقه من حيث لا يحتسب ʶ
Barang
siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya akan mengadakan baginya jalan
keluar, dan memberikan rezki yang tiada di sangka-sangkanya.
Jiwa
yang tentram dan damai inilah yang dapat
membangun kehidupan dengan baik, dan jiwa yang tentram dan damai ini pulalah
yang di panggil menghadap Allah swt.
Allahu
akbar,Allahu akbr,Allahu Akbar wa lillahil hamd
Kaum Muslimin dan muslimat yang berbahagia.
Idul
fitri secarah harafiah dapat juga diartikan kembali berbuka atau makan dan
minum, maka
hari raya idul fitri dapat disamakan kembali meraih kemakmuran. Manusia sejak lahirnya
membutuhkan makan dan minum.Tangisan bayi menandai bahwa dia lapar setelah lama di
tinggal ibunya. Iniberarti
kehidupan ini tidak dapat lepas dari makan dan minum, Artinya semua orang
ingin merasakan kemakmuran.
Dalam
kehidupan sehari-hari guna mencari kemakmuran semakin terasa kejam. Jika
seorang bayi menangis karena di tinggal ibunya,
kaum yang lemah pun
menangis, merana dan melarat karena merasa tidak diperhatikan oleh ibu
pertiwinya, oleh Negara dan lingkungan sosialnya.
Dalam
hidup bermasyarakat dan bernegarapun demikian, alangkah kejamnya kehidupan
bermayarakat dan bernegara jika
masyarakat lemah, kaum dhaufa, kaum fuqara dan orang masakin, anak-anak yatim
dan orang-orang terlantar lainnya di biarkan hidup tertindas, maka secara imani mungkin saja malapetaka yang akhir-akhir ini
banyak melanda masyarakat kita ada hubungannya dengan sakit hatinya orang-orang
miskin yang tertindas. Ingat, bahwa doa yang paling cepat diterimah Allah dan
paling cepat mendatangkan bencana adalah doanya orang-orang yang tertindas,
yang dizalimi
Artinya:
Takutlah kamu kepada doanya
orang-orang yang tertindas, sebab antara dia dengan Allah swt, tidak ada tirai
penghalang(doanya pasti maqbul)
Disinilah terasa makna hakiki idul fitri sebagai hari raya
berbuka, artinya setiap orang muslim, apalagi namanya pemimpin dan orang-orang
yang kuat ekonominya bertanggungjawab
memakmurkan
hidup dan kehidupan orang-orang yang lemah, fuqara dan masakin. Rasulullah
menyatakan perintahnya; makmurlah mereka
sehingga tiada lagi yang hidup terlunta-lunta pada hari raya idul fitri.
Allahu
Akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar Wa Lillahi Hamd.
Kaum
muslimin dan muslimat yang berbahagia.
idul fitri dan zakat fitra
menumbuhkan kebiasan membantu orang lain, sekaligus bermakna menjauhi sifat
ambisi, tamat, dan serakah. Sebab
jika seorang muslm tidak memilikik kepedulian sosial maka hancurlah masyarakat. Bahkan
orang-orang shalatpun dianggap sebagai
pendusta agama dan di ancam masuk neraka, jika tidak peduli dan tidak mau
membantu orang lain, Allah swt, berfirman dalam QS.Al-Maun,(107);1-7
ا رء يت الدي يكد ب با لدين فد لك الد ي يد ع
اليتيم و لا يحض على طعا م المسكين
Artinya;
Tahukah kamu orang yang
mendustakan agama?.Itulah yang menghardik anak yatim.Dan tidak menganjurkan
member makan orang miskin.maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat.
Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.Orang-orang yang berbuat riya’.Dan
enggang menolong dengan barang yang berguna.
Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahi Hamd
kaum
muslimin dan muslimat yang berbahagi.
Menahan lapar dan dahaga
selama
sebulan di siang Ramadhan dapat menggugah rasa iba kita untuk menyantuni orang
orang miskin dan kaum duafa, sebagai tanda bahwa kita mempunyai kepekaan
social, bahkan lebih dari mengandung arti kedermawanan tanpa pamrih untuk
berpartisipasi dalam setiap kegiatan sosial. Kalau pemerintah telah
mencanangkan dan melaksanakan program pengentasan masyarakat miskin, maka orang
islam harus tanggap dan memberi tanggapan secara positif, serta
memberikan jalan lain yang lebih nyata untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat.
Kaum
mislimin dan muslimat yang berbahagia.
Melalui
puasa, umat islam di didik pula untuk memiliki akhlak yang luhur. Taqwa sebagai
tujuan puasa pada dasarnya adalah puncak moral setiap muslim,
paduan yang serasi dari iman
yang kokoh, ibadah yang kontinyu, kepedulian social yang tinggi serta akhlak
yang luhur.
Dari
diri orang-orang yang bertaqwa terpancar nilai-nilai akhlak yang
mulia.Misalnya, kejujuran tanpa penghianatan, kerendahan tanpa keangkuhan,
keramahan yang tulus tanpa kemunafikan,
keadilan tanpa kezaliman dan
kebenaran tanpa dusta, optimis
tanpa keputusasaan.
Dengan
demikian, orang-orang yang bertaqwa pasti memiliki kepekaan moral yang tinggi. Orang yang bermoral
tidak rela melihat penyalahgunaan wewenang dan jabatan, orang yang bermoral
tidak mau melakukan korupsi dan praktek-praktek kolusi yang menyengsarakan
rakyat.
Bila terjadi hal-hal seperti itu, maka umat
islam mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melalukan perbaikan dan
perhatian sosial
baik lisan maupun tulisan, paling tidak dengan sebuah doa. Untuk itu islam
mengajarkan kepada umatnya agar selalu memulai dari dirinya sendiri sebelum
bertindak kepada orang lain.
Allahu
akbar, alllahu akbar, allahu akbar, wa lillahil hamd.
Ma’asyiral
muslimin wal muslimat rahimakumullah.
Dalam
suasana seperti ini,untuk memperkokoh keimanan kita dan untuk menemukan
rambu-rambu kehidupan dalam meraih Ridha Allah SWT. Alangkah baiknya apabila
kita kembali menelusuri amanat Rasulullah SAW, yang disampaikan melalui Al-Hakam
bin ‘umair,salah seorang sahabat.yaitu:
1. Jadilah kalian tamu di dunia ini / ki posisikanngi
kalenta sebagai tu battu ri tompokna Inni linoa.
Injo ni kuayya tubattu Seharusnya selalu menghormati patanna
balla’, antamaki
ri ballakna tauwwa,
seharusnya meminta izin kepada pemiliknya, lalangki ri
ballakna tauwwa kita berlaku
sopan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemilik rumah.
Inni Linoa ciptaan dan milik Allah SWT. Kita selaku hamba
Allah SWT. Yang
bertindak sebagai tamu, seharusnya mengikuti aturan pemilik dunia. Di saat shalat, kita
harus memelihara qalbu. Kiparakai matanta dari melihat dunia ini, kijagai lilata
dari pembicaraan yang tidak diinginkan oleh patanna balla, kita boleh makan dan
minum yang dipersilahkan
tuan rumah. Apa makan dan minum yang dipersilahkan oleh Allah yaitu
makan dan minum yang halal, yang sumbernya dari yang halal, tania assele
lukkakang, assele tipu-tipu, assele korupsi dan lain-lain sebagainya.
2. Jadikan masjid sebagai rumah / panjarii masigitta sebagai
ballatta’
Hati
yang selalu tergantung dimesjid, yang selalu rindu dengan mesjid, adalah hati
yang selalu mengingat Allah swt. Insan yang menjadikan hatinya
baitullah, adalah senantiasa peka terhadap sesama manusia.
Paling tidak – ping limangki lalangna sialloa angbattuii masigitta.
3. Biasakanlah qalbu selalu lembut
Ramulah
letupan-letupan emosianal menjadi sajian yang enak didengar, tidak menimbulkan ketersinggungan
dan menyimpan dendam. Kelembutan qalbu akan diwujudkan pada ungkapan kata yang
indak yang dapat meluluhkan suasana emosional. Kijagai
emosita – sabbaraki ri rupa tauwwa.
4.
Perbanyaklah
tafakkur kepada Allah / ki paka lohei attapakkoro ri KR. Allah Taala.
Berilah
makna yang mendalam dari kejadian-kejadian yang selama ini kita saksikan,
sehingga kita memperoleh nikmat yang tinggi.
Kibiasakangngi punna anre kihaju – accidonki
attapakkoro sambil kipikkiri inni monena linoa – anteppakua kuasana kr.
Allah Taala ampanjarii inni linoa na sikuntu monena. Riekka Kuasa Maraenganna
KR. Allah Taala – ampajjarii inni linoa ?.
dengan semua itu kita menemukan
makna hidup yang hakiki, jalan lurus yang di tunjukkan Allah swt, kepada
kita.Tengoklah kembali perjalanan hidup kita agar tetap berada pada jalan yang
lurus. Perbanyaklah
menangis, agar lahir manusia yang selalu sadar diri, sadar akan Rahman
Rahim-Nya Allah SWT.
5. Jangan dikuasai hawa nafsu / aki na kuasai nafsu
janganlah kita di perbudak nafsu, sebab nafsu bisa
berwujud dalam bentuk sikap serakah, bakhil, iri hati, dengki, hasad, riya’,
sum’ah, merasa diri kuasa dan berkuasa dan yang paling berbahaya ketika telah
menghalalkan segala cara.
6. Berakhlaklah dengan akhlak Allah
Wakili
Allah dengan segala sifat-sifat-Nya. Manusia adalah khalifah Allah,
tugas utamanya adalah memakmurkan bumi/Negara, dan oleh karena itu, ciptakanlah
bayang-bayang surga di mana kita berada. Dan hal itu dapat
dilakukan dengan menampilkan akhlak yang terpuji.
Allah maha suci, karena itu sucikan diri kita, lingkungan dan
tempat kerja kita.
Allah maha adil dan
mencintai keadilan;
karena itu wujudkan keadilan karena itu tugas utama
pemerintah
dan para hakim.
Allah maha memberi, karena itu wujudkan sikap saling memberi, dan inilah tugas
utama para orang kaya.
Allah maha Damai, karena itu ciptakan
kedamaian, karena itu adalah tugas utama dari tentara dan kepolisian. Dan tugas kita semua.
Allah maha Mengetahui,
karena
itu mari masyarakat yang gemar membaca dan hal itu adalah tugas utama dari
ulamah dan pendidik.
Mari
kita menguatkan tekat untuk melestarikan hasil-hasil ramadhan yang baru
saja berlalu.
Lalu tetapkanlah niat kita untuk terus menuju kesempurnaan dengan mengikuti
ketentuan-ketentuan dan petunjuk Allah
swt.
Allahu akbar, allahu akbar,
allahu akbar, wa lillahil hamd.
Kaum muslimin wal muslimat yang
berbahagia.
Pada
akhirnya, mari kiita menghadap Rabbul ‘Alamin dengan khusuk dan hikmat, kita
sampaikan pengakuan dengan tulus atas dosa dan kesalahan-kesalahan kita di
hadapan Allah swt.
Ampunilah seluruh dosa-dosa
yang telah kami lakukan.Ampuni dosa ke dua orang tua kami, ampuni dosa-dosa orang
yang telah mendahului kami, ampuni dosa-dosa orang yang telah berbuat
kebaikan untuk kemajuan masyarakat kami.
Ampuni seluruh dosa-dosa
yang telah kami lakukan yang menyebabkan runtuhnya kesucian martabat kami,
ampuni dosa-dosa kami yang menyebabkan doa-doa yang kami haturkan yang tidak
engkau ijabah.
Ya Allah; cukupi saudara kami
yang pakir miskin, tuntun agar memperoleh harta yang berkah, tuntun pemimpin
kami agar mereka sadar dengan tuntutan di hadapan-Mu.
Ya Allah; ubahlah segala
kejelakan kami menjadi kemuliaan di sisi-Mu, ubahlah segala kehinaan diri kami
menjadi kesucian dalam pandangan-Mu.
Ya Allah; jadikan tempat ini
menjadi tempat yang Engkau ridhoi,
tempat kami taat dan merindukan-Mu, lindungilah kami dari ilmu yang
menyesatkan, lindungi kami dari fitnah dan musibah yang menyusahkan.
Ya Allah; kami berkumpul di
hadapan-Mu, sebagaimana kami akan berkumpul dihadapan-Mu pada hari kiamat
nanti. Sekarang Engkau inginkan kami memanggil-Mu dan memohon kepada-Mu. Kelak
di hari kiamat Engkau mengadili kami dan
mempersiapkan azab-Mu. Sekarang Engkau sembunyikan dosa-dosa kami dari manusia,
nanti Engkau permalukan kami di hadapan makhlukMu.
Ya Allah; Engkaulah yang
memanggil kami kesini, Engkaulah yang menuntung kami untuk mensucikan diri, Rabbana, Engkau perintahkan kami untuk
memaaftkan orang yang menzalimi kami, kami sudah menzalimi diri sendiri,
ampunilah kami. Engkau
perintahkan kami untuk bersedekah kepada kaum puqara diantara kami dan inilah kami ya Allah, semua pakir
dihadapan-Mu, berilah kami ampunan. Engkau melarang kami mengusir
orang-orang miskin dari pintu rumah kami, kami ini semua adalah orang miskin
dihadapanmu, jaganlah engkau usir dari pintu ampunan-Mu.
Ya Allah, ya Gaffaar.Dengan
cahaya-Mu kami mendapat petunjuk, dengan karunia-Mu kami mendapat kecukupan,
dengan nikmat-Mu kami memasuki pagi dan petang dan inilah kami membawa
dosa-dosa kami di hadapan-Mu.
Ya Allah; kami mohon
ampunan-Mu, kami bertaubat kepada-Mu, Engkau limpahi kami dengan kenikmatan,
tapi kami melawan-Mu dengan kemaksiatan. Kebaikan-Mu turun
kepada kami dan kejelakan kami naik kehadirat-Mu, tapi itu tidak mencegah-Mu
untuk melimpahi kami nikmat-Mu.
Ya Allah; bagaimana kami tidak
menangis bila mengenan saat menghembuskan nafas yang terakhir, kami menangis karena kegelapan
kubur, kesempitan liang lahad, kami menangis karena pertanyaan Mungkar dan
Nakir. Kami menangis karena kami akan keluar dari kubur dalam keadaan
telanjang, hina, sambil memikul beban dosa di punggung kami.
Rabbana, inilah
hamba-hamba-Mu yang sepenuhnya bergantung kasih sayangMu. Kasihanilah kelemahan
tubuh kami, ampunilah kesalahan kami dan bersihkanlah hati kami. Bukakanlah
pintuh rahmat-Mu, terimalah doa dan amal-amal kami.
Ya Allah; Rabbul malaaikati warruuh.Ilhamkanlah kepada kami kebaikan,
kebenaran dan kemampuan untuk mengamalkan kebaikan dan kebenaran itu.Berikanlah
kami mata yang mudah menangis karena takut dan rindu kepada-Mu serta berikanlah
kami tangan yang mudah mengulurkan bantuan kepada makhlukMu.
Ya
Allah, terimalah amal ibadah kami selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Ya
Allah, terimalah ibadah puasa kami, shalat fardhu kami, shalat tarawih kami,
shalat witir kami, shalat tahajjud kami, wudhu kami, ruku’ dan sujud kami,
khusyu’ kami, dzikir kami, bacaan al-Qur’an kami. Kami sadar, ya Allah, semua
ibadah yang kami lakukan jauh dari sempurna. Hanya sebatas itu, ya Allah,
kemampuan iman kami. Tapi kami memohon kepadaMu, dengan sepenuh kerendahan dan
sepenuh pengharapan kami, terimalah itu semua, ya Allah. Ridho-Mu, ya Allah,
hanya ridho-Mu-lah yang kami harapkan melingkupi diri kami, keluarga kami,
orang tua kami, saudara-saudara kami, masyarakat kami, negara kami. Engkau
adalah satu-satunya tempat kami bergantung dan kami memohon pertolongan. Hanya
kepadaMu kami bertawakkal, ya Allah. Ya Allah, sampaikanlah kami di bulan
Ramadhan yang akan datang, sehingga kami berkesempatan untuk memperbaiki
kembali kekurangan-kekurangan kami.

0 Komentar