KHUTBAH IDUL FITRI 1438 /2017


 

Fitra yang hakiki 

DI LAHARRE DESA BONTO BIRAENG KEC. KAJANG

Oleh ; Andi Muhammad Tasmira, S.Pd

Kaum Muslimin dan Muslimah Yang Berbahagia

Alhamdulillah, Inni Alloa Rie Maki Massing Ampatami Allo MALABBIRIA IYAMINTU HARI RAYA IDUL FITRIH 1 SYAWAL 1438 H. I gitte ngasekna ummat SALLANGNGA  berkumpul rahanganna Langi’a nu talammakea benteng, , rateanna tompokna linoa nu sanna luarakna, dihempas angin lembut yang berhembus, embun yang bergantung diujung dedaunan ikut bertakbir. Gemuruh Takbir, Tahmid, dan Tahlil menyentuh relung hati kita yang terdalam. Dengan lisan yang gemetar hati yang cemas mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai tanda pisah kita dengan bulan Ramadhan. kini bulan yang menjanjikan kebaikan 83 tahun dalam rahim Lailatul Qadar telah pergi meninggalkan kita. Tiada kata pamit yang paling serasih, kecuali,’Marhaban Ya Ramadhan ,Allahumma Ballighna Fiy Ramadhan pergi serta datang lagi bersama Idul Fitri.

            Di sisi lain,terjadi sesuatu yang sangat mengharukan. Diantara jamaah kita, ada yang telah mendahului menghadap Allah swt, meninggalkan kita semua. Kisaile sai ri sakringta, kihojai ri dallekanta, ri bokoanta, assa’ rie tau kihoja, apaka Tau Toata, boheta, buruknenta, bahinenta, anakta iareka bija pammanakangta – yang ri pallappasang taung rioloa, riekijiki siurang allappasa, mingka kunni – kunnina anrekmi – ammailangmi rianja – adongkomi ri tubung – tubungna – ripammasena Kr. Allahu Taala. Melalui moment ini mari kita doakan russana sallangta yang telah meninggalkan kita semoga mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT.

Ada pula yang sudah susah payah melangkahkan kakinya menuju lapangan tempat kita shalat, bahkan ada pula yang kini berbaring  ditempat tidurnya karena na tabai garring. Maka mari kita nyatakan rasa simpati dan turut merasakan penderitaan mereka. Nasaba injo nikuayya Rupa Tau – adalah makhluk sosial yang harus selalu peka terhadap kehidupan sekitar;

ALLAHU AKBAR 3 X WALILLAHIL HAMD.

            Idul fitri mengandung makna kembali kepada fitra, yaitu kesucian jiwa. manusia  Adalah mahluk Allah yang diciftakan dalam fitra, yang dalam dirinya tertanam kemampuan dasar untuk senantiasa cenderung berpihak  pada kesucian, kebajikan dan keindahan. inilah makna dasar dari ikrar sumpah yang diucapkan oleh setiap anak cucu Adam as, ketika masih berada didalam arwah(QS.AL-A’raf(9):172)

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

Namun setelah ia lahir kedunia, fitrahnya mulai ternoda oleh berbagai kejahatan, kepalsuan dan keburukan .Noda-noda inilah yang harus dibersihkan melalui shalat, puasa, zakat, haji, istigfar, agar fitrah rohani kita tetap memancarkan sinar spiritual.

            Qalbu yang suci menjadikan lebih dekat dengan Allah, dan merasakan Allah swt selalu hadir memeluk dengan Rahmad-Nya, sehingga hati dan jiwa kita merasaka aman dan tentram,  rasa damai dan sejuk, bebas dari rasa cemas dan was-was dalam menghadapi gelombang kehidupan yang penuh dengan ketenangan  Allah swt berfirman dalam QS.At-Talaq(65);2-3

ومن يثق الله يحعل له مخر جا ֍ ويرقه من حيث لا يحتسب ʶ

 

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberikan rezki yang tiada di sangka-sangkanya.

            Jiwa yang tentram dan damai  inilah yang dapat membangun kehidupan dengan baik, dan jiwa yang tentram dan damai ini pulalah yang di panggil menghadap Allah swt.

Allahu akbar,Allahu akbr,Allahu Akbar wa lillahil hamd

Kaum Muslimin dan muslimat  yang berbahagia.

            Idul fitri secarah harafiah dapat juga diartikan kembali berbuka atau makan dan minum, maka hari raya idul fitri dapat disamakan kembali meraih kemakmuran. Manusia sejak lahirnya membutuhkan makan dan minum.Tangisan bayi menandai bahwa dia lapar setelah lama di tinggal ibunya. Iniberarti kehidupan ini tidak dapat lepas dari makan dan minum, Artinya semua orang ingin merasakan kemakmuran.

            Dalam kehidupan sehari-hari guna mencari kemakmuran semakin terasa kejam. Jika seorang bayi menangis karena di tinggal ibunya,  kaum yang lemah pun menangis, merana dan melarat karena merasa tidak diperhatikan oleh ibu pertiwinya, oleh Negara dan lingkungan sosialnya.

            Dalam hidup bermasyarakat dan bernegarapun demikian, alangkah kejamnya kehidupan bermayarakat  dan bernegara jika masyarakat lemah, kaum dhaufa, kaum fuqara dan orang masakin, anak-anak yatim dan orang-orang terlantar lainnya di biarkan hidup tertindas, maka secara imani mungkin saja malapetaka yang akhir-akhir ini banyak melanda masyarakat kita ada hubungannya dengan sakit hatinya orang-orang miskin yang tertindas. Ingat, bahwa doa yang paling cepat diterimah Allah dan paling cepat mendatangkan bencana adalah doanya orang-orang yang tertindas, yang dizalimi

 

 

Artinya:

Takutlah kamu kepada doanya orang-orang yang tertindas, sebab antara dia dengan Allah swt, tidak ada tirai penghalang(doanya pasti maqbul)

            Disinilah terasa  makna hakiki idul fitri sebagai hari raya berbuka, artinya setiap orang muslim, apalagi namanya pemimpin dan orang-orang yang kuat ekonominya bertanggungjawab memakmurkan hidup dan kehidupan orang-orang yang lemah, fuqara dan masakin. Rasulullah menyatakan perintahnya; makmurlah mereka sehingga tiada lagi yang hidup terlunta-lunta pada hari raya idul fitri.

Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar Wa Lillahi Hamd.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

            idul fitri dan zakat fitra menumbuhkan kebiasan membantu orang lain, sekaligus bermakna menjauhi sifat ambisi, tamat, dan serakah. Sebab jika seorang muslm tidak memilikik kepedulian sosial maka hancurlah masyarakat. Bahkan orang-orang shalatpun  dianggap sebagai pendusta agama dan di ancam masuk neraka, jika tidak peduli dan tidak mau membantu orang lain, Allah swt, berfirman dalam QS.Al-Maun,(107);1-7

ا رء يت الدي يكد ب با لدين فد لك الد ي يد ع اليتيم  و لا يحض على طعا م المسكين

 

Artinya;

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?.Itulah yang menghardik anak yatim.Dan tidak menganjurkan member makan orang miskin.maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.Orang-orang yang berbuat riya’.Dan enggang menolong dengan barang yang berguna.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahi Hamd

kaum muslimin dan muslimat yang berbahagi.

            Menahan lapar dan dahaga selama sebulan di siang Ramadhan dapat menggugah rasa iba kita untuk menyantuni orang orang miskin dan kaum duafa, sebagai tanda bahwa kita mempunyai kepekaan social, bahkan lebih dari mengandung arti kedermawanan tanpa pamrih untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan sosial. Kalau pemerintah telah mencanangkan dan melaksanakan program pengentasan masyarakat miskin, maka orang islam harus tanggap dan memberi tanggapan secara positif, serta memberikan jalan lain yang lebih nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Kaum mislimin dan muslimat yang berbahagia.

            Melalui puasa, umat islam di didik pula untuk memiliki akhlak yang luhur. Taqwa sebagai tujuan puasa pada dasarnya adalah puncak moral setiap muslim, paduan yang serasi dari iman yang kokoh, ibadah yang kontinyu, kepedulian social yang tinggi serta akhlak yang luhur.

            Dari diri orang-orang yang bertaqwa terpancar nilai-nilai akhlak yang mulia.Misalnya, kejujuran tanpa penghianatan, kerendahan  tanpa keangkuhan, keramahan yang tulus tanpa kemunafikan, keadilan tanpa kezaliman dan kebenaran tanpa dusta, optimis tanpa keputusasaan.

            Dengan demikian, orang-orang yang bertaqwa pasti memiliki kepekaan moral yang tinggi. Orang yang bermoral tidak rela melihat penyalahgunaan wewenang dan jabatan, orang yang bermoral tidak mau melakukan korupsi dan praktek-praktek kolusi yang menyengsarakan rakyat.

             Bila terjadi hal-hal seperti itu, maka umat islam mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melalukan perbaikan dan perhatian sosial baik lisan maupun tulisan, paling tidak dengan sebuah doa. Untuk itu islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu memulai dari dirinya sendiri sebelum bertindak kepada orang lain.

Allahu akbar, alllahu akbar, allahu akbar, wa lillahil hamd.

Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah.

            Dalam suasana seperti ini,untuk memperkokoh keimanan kita dan untuk menemukan rambu-rambu kehidupan dalam meraih Ridha Allah SWT. Alangkah baiknya apabila kita kembali menelusuri amanat Rasulullah SAW, yang disampaikan melalui Al-Hakam bin ‘umair,salah seorang sahabat.yaitu:

    Ada enam rambu-rambu hidup yang seharusnya kita amalkan:

1.      Jadilah kalian tamu di dunia ini / ki posisikanngi kalenta sebagai tu battu ri tompokna Inni linoa.                                              

 

Injo ni kuayya tubattu Seharusnya selalu menghormati patanna balla’, antamaki ri ballakna tauwwa, seharusnya meminta izin kepada pemiliknya, lalangki ri ballakna tauwwa kita berlaku sopan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemilik rumah.

 

Inni Linoa ciptaan dan milik Allah SWT. Kita selaku hamba Allah SWT. Yang bertindak sebagai tamu, seharusnya mengikuti aturan pemilik dunia. Di saat shalat, kita harus memelihara qalbu. Kiparakai matanta dari melihat dunia ini, kijagai lilata dari pembicaraan yang tidak diinginkan oleh patanna balla, kita boleh makan dan minum yang dipersilahkan tuan rumah. Apa makan dan minum yang dipersilahkan oleh Allah yaitu makan dan minum yang halal, yang sumbernya dari yang halal, tania assele lukkakang, assele tipu-tipu, assele korupsi dan lain-lain sebagainya.

 

 

2.      Jadikan masjid sebagai rumah / panjarii masigitta sebagai ballatta’                                                                                                         

Hati yang selalu tergantung dimesjid, yang selalu rindu dengan mesjid, adalah hati yang selalu mengingat Allah swt. Insan yang menjadikan hatinya baitullah, adalah senantiasa peka terhadap sesama manusia. Paling tidak – ping limangki lalangna sialloa angbattuii masigitta.

 

3.      Biasakanlah qalbu selalu lembut                                                                                                                               

Ramulah letupan-letupan emosianal menjadi sajian yang enak didengar, tidak menimbulkan ketersinggungan dan menyimpan dendam. Kelembutan qalbu akan diwujudkan pada ungkapan kata yang indak yang dapat meluluhkan suasana emosional. Kijagai emosita – sabbaraki ri rupa tauwwa.

 

 

4.      Perbanyaklah tafakkur kepada Allah            / ki paka lohei attapakkoro ri KR. Allah Taala.                                                                                                                             

Berilah makna yang mendalam dari kejadian-kejadian yang selama ini kita saksikan, sehingga kita memperoleh nikmat yang tinggi. Kibiasakangngi punna anre kihaju – accidonki  attapakkoro sambil kipikkiri inni monena linoa – anteppakua kuasana kr. Allah Taala ampanjarii inni linoa na sikuntu monena. Riekka Kuasa Maraenganna KR. Allah Taala – ampajjarii inni linoa ?.  dengan semua itu kita menemukan makna hidup yang hakiki, jalan lurus yang di tunjukkan Allah swt, kepada kita.Tengoklah kembali perjalanan hidup kita agar tetap berada pada jalan yang lurus. Perbanyaklah menangis, agar lahir manusia yang selalu sadar diri, sadar akan Rahman Rahim-Nya Allah SWT.

 

5.      Jangan dikuasai hawa nafsu / aki na kuasai nafsu                                                   

janganlah kita di perbudak nafsu, sebab nafsu bisa berwujud dalam bentuk sikap serakah, bakhil, iri hati, dengki, hasad, riya’, sum’ah, merasa diri kuasa dan berkuasa dan yang paling berbahaya ketika telah menghalalkan segala cara.

 

6.      Berakhlaklah dengan akhlak Allah

 

Wakili Allah dengan segala sifat-sifat-Nya. Manusia adalah khalifah Allah, tugas utamanya adalah memakmurkan bumi/Negara, dan oleh karena itu, ciptakanlah bayang-bayang surga di mana kita berada. Dan hal itu dapat dilakukan dengan menampilkan akhlak yang terpuji.

 

            Allah maha suci,  karena itu sucikan diri kita, lingkungan dan tempat kerja kita.

Allah maha adil dan mencintai keadilan; karena itu wujudkan keadilan  karena itu tugas utama pemerintah dan para hakim.

Allah maha memberi,  karena itu wujudkan sikap saling memberi, dan inilah tugas utama para orang kaya.

Allah maha Damai, karena itu ciptakan kedamaian, karena itu adalah tugas utama dari tentara dan kepolisian. Dan tugas kita semua.

Allah maha Mengetahui, karena itu mari masyarakat yang gemar membaca dan hal itu adalah tugas utama dari ulamah dan pendidik.

 

Mari kita menguatkan tekat untuk melestarikan hasil-hasil ramadhan yang baru saja berlalu. Lalu tetapkanlah niat kita untuk terus menuju kesempurnaan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan dan petunjuk Allah swt.

 

 

 

 

 

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, wa lillahil hamd.

Kaum muslimin wal muslimat yang berbahagia.

 

Pada akhirnya, mari kiita menghadap Rabbul ‘Alamin dengan khusuk dan hikmat, kita sampaikan pengakuan dengan tulus atas dosa dan kesalahan-kesalahan kita di hadapan Allah swt.

Ampunilah seluruh dosa-dosa yang telah kami lakukan.Ampuni dosa ke dua orang tua kami, ampuni dosa-dosa orang yang telah mendahului kami, ampuni dosa-dosa orang yang telah berbuat kebaikan untuk kemajuan masyarakat kami.

Ampuni seluruh dosa-dosa yang telah kami lakukan yang menyebabkan runtuhnya kesucian martabat kami, ampuni dosa-dosa kami yang menyebabkan doa-doa yang kami haturkan yang tidak engkau ijabah.

Ya Allah; cukupi saudara kami yang pakir miskin, tuntun agar memperoleh harta yang berkah, tuntun pemimpin kami agar mereka sadar dengan tuntutan di hadapan-Mu.

Ya Allah; ubahlah segala kejelakan kami menjadi kemuliaan di sisi-Mu, ubahlah segala kehinaan diri kami menjadi kesucian dalam pandangan-Mu.

Ya Allah; jadikan tempat ini menjadi tempat yang Engkau ridhoi, tempat kami taat dan merindukan-Mu, lindungilah kami dari ilmu yang menyesatkan, lindungi kami dari fitnah dan musibah yang menyusahkan.

Ya Allah; kami berkumpul di hadapan-Mu, sebagaimana kami akan berkumpul dihadapan-Mu pada hari kiamat nanti. Sekarang Engkau inginkan kami memanggil-Mu dan memohon kepada-Mu. Kelak di hari kiamat  Engkau mengadili kami dan mempersiapkan azab-Mu. Sekarang Engkau sembunyikan dosa-dosa kami dari manusia, nanti Engkau permalukan kami di hadapan makhlukMu.

Ya Allah; Engkaulah yang memanggil kami kesini, Engkaulah yang menuntung kami untuk mensucikan diri, Rabbana, Engkau perintahkan kami untuk memaaftkan orang yang menzalimi kami, kami sudah menzalimi diri sendiri, ampunilah kami. Engkau perintahkan kami untuk bersedekah kepada kaum puqara diantara kami dan inilah kami ya Allah, semua pakir dihadapan-Mu, berilah kami ampunan. Engkau melarang kami mengusir orang-orang miskin dari pintu rumah kami, kami ini semua adalah orang miskin dihadapanmu, jaganlah engkau usir dari pintu ampunan-Mu.

Ya Allah, ya Gaffaar.Dengan cahaya-Mu kami mendapat petunjuk, dengan karunia-Mu kami mendapat kecukupan, dengan nikmat-Mu kami memasuki pagi dan petang dan inilah kami membawa dosa-dosa kami di hadapan-Mu.

Ya Allah; kami mohon ampunan-Mu, kami bertaubat kepada-Mu, Engkau limpahi kami dengan kenikmatan, tapi kami melawan-Mu dengan kemaksiatan. Kebaikan-Mu turun kepada kami dan kejelakan kami naik kehadirat-Mu, tapi itu tidak mencegah-Mu untuk melimpahi kami nikmat-Mu.

Ya Allah; bagaimana kami tidak menangis bila mengenan saat menghembuskan nafas yang terakhir, kami menangis karena kegelapan kubur, kesempitan liang lahad, kami menangis karena pertanyaan Mungkar dan Nakir. Kami menangis karena kami akan keluar dari kubur dalam keadaan telanjang, hina, sambil memikul beban dosa di punggung kami.

Rabbana, inilah hamba-hamba-Mu yang sepenuhnya bergantung kasih sayangMu. Kasihanilah kelemahan tubuh kami, ampunilah kesalahan kami dan bersihkanlah hati kami. Bukakanlah pintuh rahmat-Mu, terimalah doa dan amal-amal kami.

Ya Allah; Rabbul malaaikati warruuh.Ilhamkanlah kepada kami kebaikan, kebenaran dan kemampuan untuk mengamalkan kebaikan dan kebenaran itu.Berikanlah kami mata yang mudah menangis karena takut dan rindu kepada-Mu serta berikanlah kami tangan yang mudah mengulurkan bantuan kepada makhlukMu.

 

Ya Allah, terimalah amal ibadah kami selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Ya Allah, terimalah ibadah puasa kami, shalat fardhu kami, shalat tarawih kami, shalat witir kami, shalat tahajjud kami, wudhu kami, ruku’ dan sujud kami, khusyu’ kami, dzikir kami, bacaan al-Qur’an kami. Kami sadar, ya Allah, semua ibadah yang kami lakukan jauh dari sempurna. Hanya sebatas itu, ya Allah, kemampuan iman kami. Tapi kami memohon kepadaMu, dengan sepenuh kerendahan dan sepenuh pengharapan kami, terimalah itu semua, ya Allah. Ridho-Mu, ya Allah, hanya ridho-Mu-lah yang kami harapkan melingkupi diri kami, keluarga kami, orang tua kami, saudara-saudara kami, masyarakat kami, negara kami. Engkau adalah satu-satunya tempat kami bergantung dan kami memohon pertolongan. Hanya kepadaMu kami bertawakkal, ya Allah. Ya Allah, sampaikanlah kami di bulan Ramadhan yang akan datang, sehingga kami berkesempatan untuk memperbaiki kembali kekurangan-kekurangan kami.

 

Posting Komentar

0 Komentar